Mobil balap pembakaran hidrogen cair dari Toyota siap untuk debut pamungkas di Le Mans
Toyota akan menampilkan ambisi balap hidrogennya di depan publik di Le Mans minggu depan dengan demonstrasi debut Prototipe Balap TR LH2 bertenaga hidrogen cair. Produsen mobil Jepang tersebut berencana untuk menjalankan mobil balap eksperimental tersebut di Circuit de la Sarthe menjelang 24 Hours of Le Mans tahun ini. Prototipe ini menandai dorongan terbaru Toyota untuk membuktikan pembakaran hidrogen dapat bertahan dalam balap ketahanan tingkat atas bersama dengan teknologi baterai-listrik dan hibrida. Toyota akan mengirimkan Prototipe Balap TR LH2 ke sirkuit Prancis sepanjang 8,4 mil pada 11 Juni dan 13 Juni. Mobil tersebut akan menyelesaikan putaran umum sebelum penonton balapan berkumpul untuk balapan Le Mans ke-94. Toyota mendasarkan prototipe tersebut pada platform yang sama dengan penantang Hypercar saat ini dan merancang kendaraan tersebut untuk mempercepat pengembangan mesin hidrogen dalam kondisi motorsport nyata. Hidrogen menuju Le Mans Toyota telah bereksperimen dengan teknologi balap hidrogen selama beberapa tahun, namun proyek ini mendorong konsep tersebut lebih dekat ke kompetisi ketahanan arus utama. Produsen mobil tersebut pertama kali menunjukkan niatnya di Le Mans pada tahun 2023 dengan GR H2 Racing Concept. Pada saat itu, Toyota mengatakan partisipasi di masa depan bergantung pada peraturan motorsport yang berkembang untuk mendukung entri bertenaga hidrogen. Peraturan tersebut kini mulai terbentuk, memberikan Toyota lebih banyak ruang untuk memajukan strategi hidrogennya di Le Mans sambil melanjutkan pekerjaan pengembangan pada penyimpanan bahan bakar, sistem pembakaran, dan infrastruktur pengisian bahan bakar. Berbeda dengan kendaraan sel bahan bakar hidrogen, prototipe Toyota menggunakan mesin pembakaran berbahan bakar hidrogen cair. Pengaturan ini menjaga kebisingan mesin dan karakter mekanis sekaligus bertujuan untuk mengurangi emisi karbon. Toyota yakin olahraga motor dapat mempercepat inovasi hidrogen lebih cepat dibandingkan pengujian di laboratorium saja. Platform pengembangan balap karya hidrogen Toyota dimulai di Jepang melalui Rookie Racing dan seri ketahanan Super Taikyu. Versi awal GR Corolla H2 Concept menggunakan gas hidrogen sebelum para insinyur beralih ke teknologi hidrogen cair pada tahun 2023. Perusahaan secara bertahap memperluas demonstrasi di luar balap sirkuit. Toyota pertama kali mendemonstrasikan mobil reli hidrogen pada Reli Ypres 2022, bagian dari Kejuaraan Reli Dunia FIA. Ia kemudian memamerkan Konsep GR Yaris Rally2 H2 selama acara reli di Finlandia dan Monte-Carlo. Di Le Mans, Toyota menampilkan GR H2 Racing Concept pada tahun 2023 sebelum memperkenalkan GR LH2 Racing Concept bertenaga hidrogen cair satu tahun kemudian. Prototipe Balap TR LH2 yang baru kini mewakili fase selanjutnya dari jalur pengembangan tersebut. Toyota juga berencana untuk menempatkan mobil tersebut di dalam pameran Hydrogen Village Le Mans sebelum diluncurkan ke trek. Area pameran berfokus pada teknologi hidrogen dan proyek transportasi netral karbon. Kategori hidrogen masa depan Demonstrasi publik Toyota terjadi ketika beberapa pembuat mobil dan penyelenggara motorsport terus mengeksplorasi peran jangka panjang hidrogen dalam balap. Mesin hidrogen menawarkan beberapa keunggulan yang familiar bagi penggemar balap, termasuk suara mesin tradisional, pengisian bahan bakar yang cepat, dan kemampuan ketahanan jarak jauh. Para insinyur masih menghadapi tantangan besar yang melibatkan penyimpanan bahan bakar, sistem pendingin, dan perluasan infrastruktur. Penyelenggara Le Mans telah mendiskusikan kelas balap hidrogen di masa depan selama bertahun-tahun, dan prototipe terbaru Toyota dapat memberikan salah satu gambaran paling jelas tentang bagaimana masa depan tersebut terlihat di lintasan. Untuk saat ini, demonstrasi tersebut masih bersifat eksperimental. Namun Toyota tampaknya bertekad untuk tetap memasukkan hidrogen ke dalam perbincangan saat olahraga motor memasuki era teknologi berikutnya.
Diterbitkan : 2026-06-04 00:00:00
sumber : interestingengineering.com



