LiDAR memperluas kemampuan anti-drone melawan ancaman udara yang dikendalikan serat optik
Innoviz Technologies memperluas jejak pertahanannya melalui kolaborasi baru dengan spesialis anti-drone Regulus, yang bertujuan untuk meningkatkan deteksi dan pelacakan ancaman udara yang terbang rendah di lingkungan di mana sensor konvensional sering kesulitan. Kemitraan ini menggabungkan teknologi LiDAR tingkat otomotif Innoviz dengan keahlian sistem pesawat tak berawak Regulus. Bersama-sama, kedua perusahaan berencana untuk memperkuat kesadaran situasional bagi militer, keamanan dalam negeri, dan operator infrastruktur penting dalam menghadapi ancaman drone yang semakin canggih. Upaya ini juga menargetkan munculnya drone yang dikendalikan serat optik, yang kini semakin sulit dideteksi dan diganggu dengan menggunakan metode anti-UAS tradisional. Pelacakan drone yang lebih tajam Bentang alam perkotaan menciptakan tantangan besar dalam pendeteksian drone. Bangunan, vegetasi, jembatan, dan struktur lainnya dapat mengganggu jangkauan radar atau mengurangi akurasi pelacakan. Drone dengan ketinggian rendah menambah kerumitan karena sering kali menyatu dengan kekacauan di latar belakang dan bergerak melalui ruang sempit. Innoviz yakin LiDAR dapat mengisi sebagian kesenjangan tersebut dengan memberikan pengukuran tiga dimensi secara mendetail pada objek yang bergerak di udara. Teknologi ini menghasilkan data spasial yang sangat akurat, memungkinkan operator membedakan potensi ancaman dengan presisi lebih tinggi pada jarak sedikit di atas setengah mil. Tidak seperti radar, LiDAR menghasilkan awan titik padat yang membantu menentukan posisi, bentuk, dan pergerakan suatu objek secara tepat. Informasi tersebut dapat meningkatkan klasifikasi dan pelacakan target ketika drone terbang dekat dengan bangunan atau hambatan lain yang membatasi kinerja radar. Regulus berencana menggabungkan kemampuan tersebut dengan teknologi anti-UAS untuk menciptakan gambaran operasional yang lebih lengkap. Tujuannya adalah membantu tim keamanan mempertahankan kewaspadaan berkelanjutan bahkan ketika sistem penginderaan tradisional kehilangan visibilitas atau memberikan data pelacakan yang tidak konsisten. Kolaborasi ini berfokus pada aplikasi pertahanan, fasilitas pemerintah, situs keamanan dalam negeri, bandara, dan infrastruktur penting yang memerlukan pengawasan drone yang andal di lingkungan yang kompleks. Melapisi beberapa sensor Konflik baru-baru ini menyoroti meningkatnya penggunaan drone kecil yang terbang dekat dengan medan dan bangunan. Kondisi pengoperasian tersebut dapat mengurangi efektivitas radar saja, sehingga meningkatkan permintaan akan teknologi penginderaan pelengkap yang meningkatkan keyakinan target. Drone yang dikendalikan serat optik menghadirkan tantangan lain karena mereka dapat menghindari teknik gangguan frekuensi radio yang digunakan oleh banyak sistem kontra-UAS. Hal ini mendorong para pengembang untuk memberikan penekanan lebih besar pada teknologi penginderaan dan pelacakan canggih yang mendeteksi ancaman apa pun metode komunikasinya. Alih-alih mengganti sistem yang ada, para mitra bertujuan untuk mengintegrasikan LiDAR ke dalam arsitektur kontra-UAS yang lebih luas. Teknologi penginderaan ganda yang berlapis memberi operator lebih banyak informasi untuk mengonfirmasi target dan mengurangi kemungkinan kehilangan jejak objek udara yang bergerak cepat. Pendiri dan CEO Innoviz Omer Keilaf menyebutkan peran perusahaan berpusat pada deteksi dan lokalisasi. “Innoviz adalah inti dari gambaran kontra-UAS,” kata Keilaf. Dia menjelaskan bahwa LiDAR perusahaan menyediakan deteksi objek yang tepat dan lokalisasi tiga dimensi yang akurat, memberikan operator pandangan yang lebih jelas tentang ancaman di ketinggian rendah. Keilaf menambahkan bahwa penginderaan dan lokalisasi tetap menjadi bidang di mana Innoviz memberikan kontribusi nilai terbesar bagi ekosistem pertahanan. Meskipun Innoviz membangun reputasinya dalam memasok platform LiDAR tingkat otomotif, kolaborasi ini mencerminkan meningkatnya minat dalam mengadaptasi teknologi penginderaan komersial untuk aplikasi keamanan nasional. Badan-badan pertahanan semakin mencari jaringan sensor berlapis yang mampu mempertahankan pelacakan yang andal di lingkungan perkotaan yang padat dan di sekitar fasilitas sensitif. Jika pendekatan ini terbukti berhasil, hal ini dapat membantu memperkuat operasi anti-drone terhadap pesawat tak berawak yang semakin mampu beroperasi di lingkungan sulit.
Diterbitkan : 2026-07-01 23:48:00
sumber : interestingengineering.com



