Gempa bumi Venezuela: Jumlah korban tewas meningkat menjadi 1.430 saat tim penyelamat terus mencari korban selamat

Sebuah bangunan yang rusak dibingkai oleh jendela bus yang membawa anggota Resimen Pelatihan dan Intervensi Keamanan Sipil Prancis, yang tiba untuk membantu operasi penyelamatan menyusul gempa bumi kembar yang melanda negara itu tiga hari lalu, di Caraballeda, Venezuela, pada 27 Juni 2026. | Kredit Foto: AP Jumlah korban tewas akibat gempa bumi di Venezuela bertambah menjadi 1.430 orang pada Sabtu (27 Juni 2026), kata para pejabat.Angka terbaru dirilis saat tim penyelamat terus mencari korban yang selamat dari gempa berkekuatan 7,2 dan 7,5 skala Richter yang meluluhlantahkan negara Amerika Selatan itu tiga hari sebelumnya. Keluarga telah melaporkan sedikitnya 68.900 orang hilang hingga Sabtu pagi (27 Juni 2026). 2026).Warga Venezuela yang mencari orang-orang tercinta dan tetangga mereka menggunakan sekop, peralatan berat, tali dan tangan kosong di atas gundukan beton yang roboh di seluruh La Guaira, salah satu negara bagian yang paling terkena dampak bencana di Venezuela. Sebagian besar dari mereka yang menggali adalah warga sipil yang melakukan upaya pencarian sendiri, dan ketegangan meningkat karena tanggapan yang tidak memadai dari pemerintah Venezuela, yang tentara, petugas pemadam kebakaran, polisi dan kadet militernya jelas tidak siap untuk menanggapi tragedi tersebut.’Tidak sendirian’Menghadapi kemarahan masyarakat atas tanggapan pejabat lokal, pemimpin sementara Venezuela yang didukung AS, Delcy Rodriguez, mengatakan negaranya “tidak sendirian.” Amerika mengatakan satu landasan pacu di Bandara Internasional Simon Bolivar kini berfungsi dan pesawat militer AS C-17 mendarat di sana, sementara sebuah kapal angkatan laut telah tiba di lepas pantai. Badan kemanusiaan PBB OCHA mengatakan tim pencarian dan penyelamatan dari sedikitnya 17 negara dikerahkan untuk membantu menemukan korban selamat. Badan migrasi PBB mengatakan mereka telah melakukan pemeriksaan. data populasi dan kerusakan yang tersedia dan telah menetapkan bahwa “hingga 6,76 juta orang dapat terkena dampaknya,” dan akan “membutuhkan tempat penampungan darurat, air bersih, layanan sanitasi dan kebersihan, layanan kesehatan, dukungan perlindungan dan barang-barang bantuan penting.” Presiden Majelis Nasional Jorge Rodriguez melaporkan bahwa 1.430 orang tewas dan 3.238 orang terluka, sementara PBB memperkirakan kerugian fisik sebesar $6,7 miliar — setara dengan 6% PDB Venezuela. Kepala bantuan PBB Tom Fletcher mengatakan pada hari Jumat (26 Juni, 2026) bahwa jumlah korban tewas bisa terus melonjak, ditambah lebih dari 50.000 orang hilang. Dengan masukan dari AP, PTI Diterbitkan – 28 Juni 2026 12:08 IST


Diterbitkan : 2026-06-28 03:44:00

sumber : www.thehindu.com