Jangan lewatkan: Venus akan menghilang di balik bulan dalam peristiwa langka di siang hari pada hari Rabu


Peristiwa astronomi yang langka akan membuat Venus menghilang sebentar dari langit pada hari Rabu—dan beberapa negara bagian AS akan dapat melihatnya. Pada tanggal 17 Juni, para pengamat langit di AS mungkin akan menyaksikan gerhana bulan sabit Venus, planet paling terang di tata surya kita. Peristiwa ini diperkirakan akan berlangsung sekitar satu jam dan akan terlihat di sekitar 48 negara bagian, serta Amerika Selatan bagian timur laut seperti Brasil dan Venezuela, dan sebagian Kanada. Jenis peristiwa ini dikenal sebagai okultasi bulan, di mana sebuah planet menghilang di balik tepi bulan hingga muncul kembali beberapa saat kemudian. Fenomena astronomi ini cukup langka, dan kejadian hari Rabu ini menandai pertama kalinya dalam 11 tahun sejak okultasi bulan jenis ini terlihat di AS. Selain itu, sebagian besar peristiwa langit memerlukan langit yang gelap agar dapat dilihat secara optimal, sedangkan peristiwa ini akan terlihat di siang hari bolong. Pada saat peristiwa tersebut terjadi, bulan ditetapkan pada waktu nol hari setelah bulan purnama dan pada pencahayaan 11%. Acara ini akan dimulai pada pukul 11:40 Waktu Pasifik dan sekitar pukul 16:00 Waktu Bagian Timur. Visibilitas okultasi bulan akan melintasi wilayah AS yang berdekatan, terlihat dari pukul 18:33 hingga 21:26 Waktu Universal Terkoordinasi—walaupun waktu mulai pastinya bergantung pada masing-masing lokasi tertentu. Mereka yang berada di luar wilayah pengamatan mungkin masih melihat Venus tampak lebih dekat ke bulan daripada biasanya. Jika Anda berharap untuk menyaksikan peristiwa tersebut, International Occultation Timing Association (IOTA) telah menyusun panduan praktis yang mencakup peta visibilitas dan perkiraan waktu kota demi kota untuk hilangnya dan kemunculan kembali Venus. Waktu ditampilkan dalam Waktu Universal (UT), jadi Anda harus mengurangi 4 jam untuk Waktu Musim Panas Bagian Timur, 5 untuk Waktu Tengah, 6 untuk Pegunungan, dan 7 untuk Pasifik. Bagi mereka yang ingin melihat sekilas peristiwa tersebut, diperlukan teropong. Meski begitu, para ahli mengimbau pemirsa untuk berhati-hati saat mengarahkan teropong, karena melihat langsung ke matahari saat menggunakan perangkat dapat menyebabkan kebutaan dan kerusakan mata permanen. Para ahli juga menyarankan untuk mencari tempat yang teduh seperti di bawah bangunan atau pohon agar tidak mengarah langsung ke matahari. Daerah yang teduh juga memudahkan untuk melihat bulan. Untuk melihat peristiwa tersebut, pengamat langit harus menunjuk ke kiri bulan sabit untuk menemukan planet yang terang. Mereka yang tidak memiliki teropong juga dapat melihat acara tersebut menggunakan kamera ponsel mereka dengan menunjuk ke arah yang benar dan memperbesar.


Diterbitkan : 2026-06-17 14:42:00

sumber : www.fastcompany.com