Canva hanya mempekerjakan orang-orang dengan 2 sifat berikut—mengapa mereka penting di tengah pergeseran AI

Ketika kecerdasan buatan mengganggu tempat kerja, masih ada dua sifat manusia yang dibutuhkan setiap karyawan agar berhasil, menurut chief people officer Canva, Jennie Rogerson.Rogerson membagikan sifat-sifat tersebut di Charter’s New Employer Brand Summit minggu lalu di New York City. “Rasa ingin tahu adalah dasar,” katanya. Selain rasa ingin tahu, Rogerson menyebutkan kemampuan untuk “bekerja ekstra” dalam mengambil inisiatif (dan tanggung jawab) untuk membantu tim melampaui deskripsi pekerjaan seseorang. Dalam praktiknya, hal ini bisa berarti mendapatkan sertifikat tingkat lanjut di bidang yang Anda geluti atau membawa soft skill ke dunia kerja. Pelatih karier dan pakar industri setuju dengan pendapat Rogerson—dan pentingnya sifat-sifat tersebut, terutama seiring dengan meningkatnya AI. “Perubahan terbesar yang saya lihat adalah bahwa keterampilan teknis tidak lagi cukup untuk menjamin karier Anda di masa depan,” kata pelatih karier yang berbasis di London, Caroline Hickey, kepada Fast Company. “Rasa ingin tahu adalah sifat yang sangat manusiawi yang memberi kita kendali atas karier kita, dan itu adalah sesuatu yang kita semua bisa lakukan. Itulah yang menjadikannya salah satu kekuatan super manusia di dunia yang beralih ke AI.” Cupang, yang berspesialisasi dalam membantu para profesional muda menavigasi dunia kerja yang terus berubah, mengatakan bahwa salah satu cara termudah untuk merasa penasaran adalah dengan merasa nyaman bertanya “mengapa?”—dengan huruf kecil “w”. rasa ingin tahu memungkinkan Anda untuk berhenti sejenak, memahami akar permasalahan, dan melakukan pivot,” tambah Cupang. Pada akhirnya, katanya, hal ini akan membantu Anda mengubah setiap gangguan digital menjadi peluang untuk belajar, beradaptasi, dan sukses—sekarang dan di masa depan.
Diterbitkan : 2026-06-16 20:00:00
sumber : www.fastcompany.com



