Pejabat Irak berupaya mengidentifikasi korban setelah kecelakaan bus yang menewaskan 21 orang

Pejabat Irak sedang berupaya mengidentifikasi korban kecelakaan bus yang menewaskan 21 orang selama akhir pekan, kata seorang pejabat Provinsi, Senin (8 Juni 2026).Sebuah bus penumpang jatuh dan terbakar pada Minggu (7 Juni) di Irak selatan, yang merupakan kecelakaan mematikan terbaru di jalan yang tidak dirawat dengan baik di negara itu.Empat belas mayat terbakar hingga tak dapat dikenali lagi dan belum dapat diidentifikasi, kata Ahmad Saleem, juru bicara Dewan Provinsi Thi Qar. Dua warga negara Iran diyakini termasuk di antara korban tewas, meski jenazah mereka belum teridentifikasi, katanya. Bus tersebut sedang melakukan perjalanan dari kota Najaf – yang merupakan kota suci bagi umat Islam Syiah, dan sering menjadi tujuan peziarah – ke kota pelabuhan selatan Basra ketika kecelakaan terjadi sekitar pukul 15.00 Minggu (7 Juni) di Provinsi Thi Qar, antara Thi Qar dan Diwaniyah, kata Saleem. Selain 21 orang tewas, 20 lainnya luka-luka. Yang terluka termasuk dua warga Iran yang dievakuasi ke Iran pada Senin (8 Juni) pagi melalui Konsulat Iran di Basra, kata pejabat itu. Saleem menghubungkan kecelakaan tersebut dengan kondisi jalan yang buruk, dan menyatakan bahwa pihak berwenang setempat sebelumnya telah menandainya sebagai masalah keselamatan. Dia menambahkan bahwa kekurangan ambulans di provinsi tersebut telah menghambat upaya tanggap terhadap kecelakaan tersebut. Kecelakaan di jalan raya sering terjadi di Irak, di mana konflik selama puluhan tahun, korupsi dan rendahnya investasi menyebabkan sebagian besar infrastruktur negara itu rusak. Jalan raya tidak dirawat dengan baik, banyak kendaraan menua, dan peraturan lalu lintas seringkali tidak ditegakkan.Pada tahun 2023, sebuah bus yang membawa jamaah ke kota Karbala di Irak jatuh di utara Bagdad, menewaskan 18 orang. Diterbitkan – 08 Juni 2026 20:56 IST


Diterbitkan : 2026-06-08 15:26:00

sumber : www.thehindu.com