Enterprise AI ada pada tahun 1991. Di mana webnya?


Anehnya, AI perusahaan saat ini terasa familier: Infrastrukturnya kuat. Kemampuannya nyata. Demonstrasinya sangat mengesankan. Model dapat menulis, meringkas, menalar, memberi kode, mencari, mengambil, menerjemahkan, mengklasifikasikan, merencanakan, dan semakin banyak bertindak. Mesin mentahnya ada di sana. Namun, di dalam perusahaan, pola yang sama terus berulang: pilot ada di mana-mana, transformasi masih jauh dari harapan. Artikel pertama dalam seri ini berpendapat bahwa model bahasa besar tidak pernah dibangun untuk menjalankan perusahaan karena perusahaan beroperasi melalui memori, konteks, umpan balik, batasan, keadaan, insentif, dan ketergantungan — bukan melalui rangkaian teks yang terisolasi. Argumen kedua adalah bahwa AI di perusahaan harus beralih dari jawaban ke hasil, dari petunjuk ke kendala, dan dari kopilot ke sistem tindakan. Yang ketiga berpendapat bahwa ketika AI perusahaan akhirnya berfungsi, itu tidak akan terlihat seperti chatbot yang lebih baik. Ini akan tampak seperti intelijen yang tertanam dalam organisasi itu sendiri. Pertanyaan berikutnya sudah jelas: Jika semua hal tersebut benar, di manakah posisi kita dalam siklus sejarah? Jawaban saya sederhana: Enterprise AI dibuat pada tahun 1991. Ia memiliki TCP/IP. Namun belum memiliki web. Internet sudah ada sebelum web. Analogi ini penting karena mencegah kita mengacaukan infrastruktur dengan industrialisasi. Pada tahun 1991, internet sudah berfungsi. TCP/IP memindahkan paket. Email menghubungkan orang-orang di seluruh institusi. FTP memindahkan file. Telnet mengaktifkan akses jarak jauh. Universitas, laboratorium penelitian, dan organisasi yang secara teknis canggih dapat menggunakan jaringan ini. Namun bagi perusahaan biasa, internet masih bukanlah lingkungan bisnis dalam pengertian modern. Itu kuat, tapi belum bisa dikonsumsi.


Diterbitkan : 2026-06-05 18:00:00

sumber : www.fastcompany.com