CPI mempertanyakan diamnya PM Modi atas kasus Ram Temple

Sekretaris Jenderal Partai Komunis India (CPI) D. Raja berpidato pada konferensi pers, di New Delhi, Jumat, 10 Juli 2026. | Kredit Foto: PTI Partai Komunis India (CPI) pada hari Jumat (10 Juli 2026) menegaskan kembali tuntutannya untuk penyelidikan yudisial atas dugaan penggelapan dana sumbangan yang dikumpulkan di Kuil Ram di Ayodhya, menuduh Pusat yang dipimpin Partai Bharatiya Janata tetap diam atas masalah ini dan meminta pertanggungjawaban dari Perdana Menteri Narendra Modi.Berpidato pada konferensi pers di sini menjelang Sidang Musim Hujan Parlemen yang dijadwalkan akan dimulai pada 20 Juli, Sekretaris Jendral CPI D. Raja mengatakan bahwa pemerintah Persatuan telah “mengkhianati kepercayaan rakyat” dan mengatakan pengunduran diri saja tidak akan cukup. “Faktanya, Trust telah mencemarkan nama baik dirinya sendiri. Trust telah mengkhianati kepercayaan rakyat. Trust menjadi tidak dapat dipercaya. Tuan Modi tetap diam. Sejauh ini dia belum mengucapkan sepatah kata pun. Amit Shah (Menteri Dalam Negeri Persatuan) juga belum berbicara mengenai masalah ini,” katanya. Bandingkan dengan pernyataan Perdana Menteri Modi selama kampanye pemilihan Majelis Odisha tahun 2024 atas dugaan pencurian Ratna Bhandar di Kuil Jagannath, Raja mempertanyakan mengapa Perdana Menteri diam saja. Negara-negara bagian akan menyoroti apa yang digambarkannya sebagai kegagalan pemerintah Modi dalam mengatasi masalah mata pencaharian, pengangguran, kesusahan di pedesaan, dan kekhawatiran para pekerja, petani, pemuda, pelajar dan perempuan. Kampanye ini akan mencapai puncaknya dengan unjuk rasa di Delhi pada tanggal 1 September, katanya. Diterbitkan – 11 Juli 2026 02:50 IST


Diterbitkan : 2026-07-10 21:20:00

sumber : www.thehindu.com