NIA menyebut pendiri LeT Hafiz Saeed sebagai tersangka serangan teror Pahalgam

Hafiz Saeed, pendiri Lashkar-e-Taiba, ditetapkan sebagai tersangka atas perannya dalam serangan teror Pahalgam tahun 2025. File gambar | Kredit Foto: Reuters Badan Investigasi Nasional (NIA) pada Senin (6 Juli 2026) mengajukan tuntutan terhadap Hafiz Saeed, ketua dan pendiri organisasi teroris Lashkar-e-Taiba (LeT) yang berbasis di Pakistan dan wakilnya The Resistance Front (TRF), dalam kasus serangan teror Pahalgam. Dua puluh enam warga sipil tewas dalam serangan pada tanggal 22 April 2025. Seorang juru bicara NIA mengatakan bahwa lembar dakwaan tambahan telah diajukan ke Pengadilan Khusus NIA di Jammu. “Terdakwa telah didakwa berdasarkan berbagai pasal Bharatiya Nyaya Sanhita (BNS), 2023 dan Undang-Undang Kegiatan Melanggar Hukum (Pencegahan), 1967. NIA juga telah menerapkan bagian pidana terhadap terdakwa karena mengobarkan perang melawan India dan merencanakan konspirasi dari India. melintasi perbatasan dalam lembar dakwaan,” kata NIA. Bagaimana teroris ditetapkan berdasarkan UAPA? | DijelaskanLembar dakwaan, yang diajukan sebagai kelanjutan dari lembar dakwaan asli setebal 1.597 halaman, memberikan rincian konspirasi Pakistan, peran Saeed, dan bukti pendukung yang dikumpulkan oleh NIA dalam kasus tersebut “melalui penyelidikan ilmiah yang cermat dan pemeriksaan lapangan”.NIA, pada tanggal 15 Desember 2025, telah mengajukan lembar dakwaan asli. NIA kemudian mendakwa pengendali teroris Pakistan Sajid Jatt sebagai tersangka bersama dengan tiga teroris, yang dibunuh oleh pasukan keamanan selama Operasi Mahadev pada Juli 2025. Selain itu, dua tersangka yang ditangkap, warga sipil yang diduga memberikan logistik kepada para penyerang, disebutkan dalam surat dakwaan sebelumnya. NIA telah mendakwa LeT dan TRF sebagai badan hukum atas “peran mereka dalam merencanakan, memfasilitasi, dan melaksanakan serangan teror Pahalgam”. tahun lalu, Laporan Informasi Pertama didaftarkan oleh kantor polisi Pahalgam di Anantnag. Setelah penyelidikan awal oleh Polisi Jammu & Kashmir, kasus tersebut dipindahkan ke NIA oleh Kementerian Dalam Negeri Union. “NIA terus menyelidiki kasus ini untuk mengungkap konspirasi lengkap yang dilakukan oleh Pakistan, yang telah secara aktif mensponsori terorisme di tanah India dari seberang perbatasan,” kata badan tersebut. Diterbitkan – 06 Juli 2026 15:45 IST


Diterbitkan : 2026-07-06 10:38:00

sumber : www.thehindu.com