12 orang India di antara 13 orang tewas dalam ledakan di pabrik di Kota Industri Ras Laffan di Qatar: Pejabat

Citra satelit dari Planet Labs PBC ini menunjukkan kawasan industri Ras Laffan di Qatar pada 6 Maret 2026. | Kredit Foto: Planet Labs PBC via AP Dua belas warga India termasuk di antara 13 orang yang tewas dalam ledakan di sebuah pabrik di Kota Industri Ras Laffan di Qatar, kata para pejabat pada hari Senin. “Pihak berwenang Qatar telah mengkonfirmasi bahwa 12 warga negara India telah meninggal dalam insiden Ras Laffan kemarin malam,” kata Kedutaan Besar India di Doha dalam sebuah posting di X. Mengutip pihak berwenang Qatar, dikatakan bahwa semua yang terluka berada dalam kondisi stabil dan menerima perawatan medis yang sesuai. “Kedutaan Besar kami bekerja sama dengan pihak berwenang Qatar. Pihak berwenang Qatar akan memberikan semua bantuan yang mungkin kepada warga negara India dan keluarga mereka yang terkena dampak insiden ini, termasuk memastikan bahwa jenazah korban meninggal dikirim ke India secepatnya,” tambahnya. Sebelumnya, dalam jumpa pers pada Senin (22 Juni 2026), Menteri Energi negara Teluk Saad bin Shreida Al-Kaabi membenarkan bahwa 13 orang asal India dan Pakistan tewas dalam insiden tersebut. Kedutaan Besar India di Doha mengatakan pihaknya terus berhubungan dengan pihak berwenang Qatar dan Kedutaan Besar India menyatakan “keprihatinan mendalam atas insiden malang ini”, yang menyebabkan beberapa orang terluka dan ada pula yang hilang. “Pada masa yang penuh tantangan dan sulit ini, Kedutaan Besar India dan seluruh komunitas India di Qatar menyatakan solidaritas dengan Pemerintah dan masyarakat Qatar. Kami mendoakan agar mereka yang terluka segera sembuh dan berharap serta berdoa untuk keselamatan mereka yang hilang,” kata Kedutaan Besar India dalam pernyataan terpisah, Kementerian Dalam Negeri mengatakan bahwa insiden tersebut disebabkan oleh “kerusakan teknis” selama operasi, yang mengakibatkan kematian 13 orang dan melukai 66 orang lainnya dari berbagai negara. Dikatakan bahwa otoritas keamanan segera merespons kecelakaan tersebut dengan berkoordinasi dengan tim tanggap darurat di Ras Laffan, menerapkan prosedur darurat yang disetujui di lokasi. Korban luka dipindahkan ke fasilitas medis untuk menerima perawatan, sementara operasi pencarian dan tanggap di lokasi kejadian telah selesai. Pihak berwenang melanjutkan penyelidikan untuk menentukan penyebab teknis pasti dari kecelakaan tersebut dan untuk mengetahui semua keadaan seputar insiden tersebut, katanya. Kementerian juga mengatakan bahwa tidak ada kebocoran yang terdeteksi akibat kecelakaan tersebut dan tidak ada ancaman terhadap keselamatan publik atau lingkungan sekitar. Sebelumnya, QatarEnergy mengatakan insiden tersebut terjadi saat dimulainya operasi, yang mengakibatkan ledakan dan kebakaran di fasilitas pasokan gas lokal Barzan pada Minggu malam. Diterbitkan – 22 Juni 2026 20:19 IST


Diterbitkan : 2026-06-23 02:02:00

sumber : www.thehindu.com