Trump menandatangani perintah eksekutif yang memberi AS akses awal terhadap model-model perbatasan sebelum diluncurkan
Presiden Donald Trump menandatangani perintah eksekutif baru pada hari Selasa yang meminta perusahaan kecerdasan buatan untuk berbagi model AI canggih dengan pemerintah federal sebelum dirilis ke publik. Langkah ini menandai upaya terbaru Gedung Putih untuk memperketat koordinasi keamanan nasional seputar kemajuan pesat sistem AI tanpa memperkenalkan persyaratan perizinan formal. Perintah tersebut menciptakan kerangka kerja sukarela bagi pengembang AI untuk bekerja sama dengan lembaga federal dalam mengevaluasi model dengan kemampuan siber tingkat lanjut. Berdasarkan proposal tersebut, perusahaan dapat memberi pejabat pemerintah akses terhadap model AI tertentu hingga 30 hari sebelum penerapannya lebih luas. Trump menandatangani perintah tersebut secara pribadi setelah menunda acara publik yang direncanakan dengan para eksekutif teknologi beberapa minggu lalu. Saat itu, dia mengatakan kepada wartawan bahwa dia tidak menyukai bagian dari proposal aslinya. Gedung Putih menyusun arahan tersebut sebagai keseimbangan antara mempercepat inovasi AI dan melindungi infrastruktur penting dari ancaman dunia maya. Pejabat pemerintah berulang kali menekankan bahwa perintah tersebut tidak menetapkan persetujuan wajib pemerintah untuk pelepasan AI. Keamanan siber menjadi prioritas Perintah eksekutif tersebut mengarahkan beberapa lembaga federal untuk memperkuat pertahanan siber dalam waktu 30 hari. Departemen Keamanan Dalam Negeri, melalui Badan Keamanan Siber dan Infrastruktur, harus mengeluarkan panduan operasional baru untuk melindungi jaringan federal dan sistem infrastruktur penting. Pemerintah juga memerintahkan lembaga-lembaga untuk memperluas program keamanan siber berbasis AI dan meningkatkan akses terhadap alat pertahanan bagi pemerintah negara bagian, perusahaan utilitas, rumah sakit, dan bank komunitas. Bagian lainnya membentuk lembaga kliring keamanan siber AI sukarela yang dipimpin oleh Departemen Keuangan. Inisiatif ini akan mengoordinasikan pemindaian kerentanan, patching perangkat lunak, dan upaya deteksi ancaman bersama mitra industri swasta. Perintah Trump berulang kali memposisikan AI sebagai aset keamanan nasional dan juga risiko dunia maya yang semakin besar. Pemerintah berpendapat bahwa alat AI yang canggih dapat membantu mempertahankan sistem pemerintah sekaligus menciptakan permukaan serangan baru bagi musuh. Tinjauan model Frontier Bagian utama dari pesanan ini berfokus pada apa yang disebut “model frontier tertutup”, yang mengacu pada sistem AI canggih dengan kemampuan siber yang signifikan. Badan-badan federal, termasuk Badan Keamanan Nasional dan Institut Standar dan Teknologi Nasional, harus mengembangkan proses pembandingan rahasia dalam waktu 60 hari. Proses tersebut akan menilai apakah suatu model memenuhi ambang batas untuk tinjauan tambahan oleh pemerintah. Perusahaan dapat secara sukarela meminta pemerintah untuk mengevaluasi model yang masih dalam pengembangan. Pengembang juga dapat memberikan akses awal ke sistem tersebut kepada lembaga federal sebelum melepaskannya ke mitra luar. Perintah tersebut juga memungkinkan pemerintah untuk berkolaborasi dengan perusahaan AI dalam memilih “mitra tepercaya” yang menerima akses model awal. Namun, Gedung Putih memasukkan pernyataan yang bertujuan untuk menenangkan kekhawatiran industri atas jangkauan federal yang berlebihan. “Tidak ada satu pun bagian dalam bagian ini yang dapat ditafsirkan untuk mengizinkan pembuatan persyaratan wajib perizinan, izin awal, atau perizinan pemerintah,” demikian bunyi perintah tersebut. Ketentuan tersebut mencerminkan ketegangan yang sedang berlangsung antara Silicon Valley dan Washington mengenai seberapa agresif pemerintah harus mengatur sistem AI di tingkat terdepan. Anthropic menyambut baik perintah eksekutif tersebut dan mengisyaratkan dukungan terhadap pendekatan Gedung Putih. “Perintah Eksekutif ini merupakan langkah penting dalam memperkuat kepemimpinan Amerika dalam AI,” kata perusahaan tersebut pada X. Anthropic menambahkan bahwa pihaknya berharap dapat bekerja sama dengan pemerintah dalam upaya implementasi. Perintah Eksekutif ini merupakan langkah penting dalam memperkuat kepemimpinan Amerika di bidang AI. Kami berharap dapat berkolaborasi dengan Gedung Putih untuk mendukung implementasinya.https://t.co/ZwDimPrp3t— Anthropic (@AnthropicAI) 2 Juni 2026 Penggunaan AI kriminal yang ditargetkan Perintah tersebut juga mengarahkan Departemen Kehakiman untuk memprioritaskan kasus-kasus yang melibatkan penjahat yang menggunakan alat AI untuk meretas sistem komputer, mencuri data, atau mendukung operasi kejahatan dunia maya. Jaksa federal akan fokus pada undang-undang yang ada terkait dengan penipuan komputer, pencurian identitas, dan penipuan kawat ketika sistem AI berperan dalam aktivitas ilegal. Arahan ini muncul di tengah perlombaan global yang intens untuk mengembangkan model AI yang lebih kuat. Perusahaan-perusahaan teknologi besar terus merilis sistem yang semakin mumpuni sementara pemerintah di seluruh dunia memperdebatkan cara mengelola risiko keamanan, ekonomi, dan geopolitik yang terkait dengan teknologi tersebut. Pemerintahan Trump lebih menyukai peraturan yang lebih ringan dibandingkan dengan proposal AI yang diajukan Gedung Putih sebelumnya. Perintah pada hari Selasa melanjutkan pendekatan tersebut sambil memperluas koordinasi federal seputar keamanan siber dan penerapan AI tingkat lanjut.
Diterbitkan : 2026-06-02 23:42:00
sumber : interestingengineering.com



