Mahkamah Agung setuju untuk mencantumkan semua petisi yang menentang keputusan HC dalam kasus Bhojshala

Kompleks Masjid Kuil Bhojshala-Kamal Maula. Berkas | Kredit Foto: ANI Mahkamah Agung pada Senin (13 Juli 2026) sepakat untuk segera mendaftarkan semua petisi yang menantang perintah Pengadilan Tinggi Madhya Pradesh yang menyatakan bahwa kompleks Bhojshala yang disengketakan di Negara Bagian tersebut adalah kuil yang didedikasikan untuk Dewi Saraswati. Komunitas Hindu menganggap Bhojshala sebagai kuil yang didedikasikan untuk Dewi Saraswati, sedangkan pihak Muslim menyebut monumen abad ke-11 itu sebagai Masjid Kamal Maula. Kompleks yang disengketakan di distrik Dhar dilindungi oleh Survei Arkeologi India (ASI). Salah satu permohonan banding yang diajukan oleh pengurus masjid, Qazi Moinuddin, telah menentang perintah Pengadilan Tinggi tanggal 15 Mei. Pengadilan Tinggi juga telah membatalkan perintah Survei Arkeologi India tanggal 7 April 2003 yang mengizinkan umat Islam untuk melakukan shalat di dalam kompleks Bhojshala setiap hari Jumat. Pengadilan Tinggi telah mengizinkan komunitas Muslim untuk mendekati pemerintah negara bagian untuk peruntukan tanah terpisah di distrik untuk pembangunan masjid.Mewakili para pemohon, advokat senior Huzefa Ahmadi dan advokat lainnya secara lisan menyebutkan bahwa meskipun kasus tersebut terdaftar untuk sidang pada 14 Juli, beberapa petisi tidak tercantum dalam daftar.Ketua Hakim Kant meminta Pak Ahmadi untuk memberikan rincian petisi, dengan mengatakan semua petisi akan didaftarkan pada 14 Juli. Diterbitkan – 13 Juli 2026 12:17 siang WIB


Diterbitkan : 2026-07-13 06:47:00

sumber : www.thehindu.com