Tidak ada penutupan landasan pacu sepenuhnya di bandara Srinagar tahun ini: otoritas bandara

Pemandangan Bandara Internasional Srinagar. Berkas | Kredit Foto: Bandara Internasional PTI Srinagar pada Sabtu (4 Juli 2026) mencabut usulan Notice to Airmen (NOTAM) untuk penutupan landasan pacu secara penuh guna melakukan perbaikan dan pemeliharaan, memastikan operasi penerbangan siang hari tidak terganggu tahun ini. Dalam pembaruan operasional yang diposting di X, bandara mengatakan tidak akan ada penutupan lapangan terbang penuh selama tahun 2026. “Penumpang diberitahu bahwa tidak akan ada penutupan lapangan terbang penuh di Bandara Srinagar tahun ini. Operasi bandara akan berlanjut sepanjang hari dengan jam operasional/jaga dari pukul 08.00 hingga 17.00. Penutupan malam hari untuk pemeliharaan landasan akan berlanjut hingga Oktober 2026,” katanya. Bandara menambahkan bahwa NOTAM yang diusulkan sebelumnya mengenai penutupan landasan penuh pada hari Senin dan hari Selasa telah ditarik.J&K CM menyampaikan keprihatinan atas penutupan bandara Srinagar selama 15 hari kepada Menteri Pertahanan dan Penerbangan Sipil. “Maskapai penerbangan akan terus memperbarui jadwal mereka sesuai dengan waktu operasional yang berlaku. Penumpang diminta untuk memeriksa status penerbangan mereka dengan maskapai masing-masing sebelum melanjutkan ke bandara dan hanya mengandalkan saluran resmi untuk informasi terbaru,” katanya. Sebelumnya, Otoritas Bandara India (AAI) telah memutuskan untuk menutup landasan pacu pada hari Senin dan Selasa, mulai dari bulan Juli, diikuti dengan penutupan selama dua minggu pada bulan Oktober, untuk melakukan pekerjaan pemeliharaan penting. Bulan lalu, Ketua Menteri Jammu dan Kashmir Omar Abdullah bertemu dengan Menteri Pertahanan Rajnath Singh dan Menteri Penerbangan Sipil K. Rammohan Naidu, dan mengangkat isu penutupan landasan pacu bersama mereka. Bapak Abdullah menyarankan jika bandara Srinagar harus ditutup, maka lapangan terbang Awantipora harus dibuka untuk penerbangan sipil selama masa pemeliharaan. Ia juga menunjukkan bahwa bulan Oktober menandai puncak musim turis, khususnya bagi pengunjung dari Benggala Barat, Gujarat dan Maharashtra, ketika pohon chinar yang menjadi ikon Kashmir berubah warna menjadi kuning keemasan. Pemangku kepentingan pariwisata di Lembah juga telah menyatakan kekhawatirannya bahwa penutupan bandara yang berkepanjangan akan berdampak buruk pada musim pariwisata. Diterbitkan – 04 Juli 2026 12:45 IST


Diterbitkan : 2026-07-04 07:15:00

sumber : www.thehindu.com