CEO Karnataka mengarahkan BLO untuk secara ketat mengikuti pedoman pelaksanaan SIR dari pintu ke pintu setelah adanya keluhan

Petugas Booth Level Officer (BLO) menyerahkan formulir pencacahan kepada warga sebagai bagian dari Revisi Intensif Khusus (SIR) daftar pemilih, di Jayanagar di Bengaluru pada 1 Juli 2026. | Kredit Foto: Murali Kumar K Sehari setelah dugaan pelanggaran protokol selama Revisi Intensif Khusus (SIR) yang sedang berlangsung muncul di berbagai wilayah di Karnataka, Chief Electoral Officer (CEO) V. Anbu Kumar mengarahkan seluruh District Election Officer (DEO) untuk memastikan bahwa Booth Level Officer (BLO) secara ketat mematuhi pedoman yang ditetapkan oleh Komisi Pemilihan Umum India (ECI), dan melakukan distribusi formulir pencacahan dari rumah ke rumah. Dalam komunikasi yang ditujukan kepada semua DEO pada tanggal 3 Juli, Wakil Komisioner, dan pejabat pemilu, Bapak Kumar mengatakan bahwa pengaduan telah diterima yang menyatakan bahwa beberapa BLO membagikan formulir pencacahan dari kantor mereka alih-alih mengunjungi tempat tinggal para pemilih, sebagaimana diamanatkan dalam pedoman SIR. Petunjuk ECI Mengacu pada arahan dan jadwal ECI yang mendasari pelaksanaan SIR pada tanggal 30 Juni, CEO menginstruksikan para pejabat untuk mengeluarkan arahan yang diperlukan kepada semua BLO untuk melakukan distribusi dari pintu ke pintu formulir pencacahan, dan secara ketat mematuhi semua pedoman yang dikeluarkan oleh Komisi. Ia meminta para pejabat untuk mempublikasikan ketersediaan Pusat Fasilitasi Pemilih, di mana pemilih yang kesulitan mengisi formulir pencacahan dapat meminta bantuan. Pelanggaran protokol Perintah tersebut dikeluarkan sehari setelah muncul dugaan pelanggaran protokol pada hari ketiga pelaksanaan SIR. Janata Dal (Sekuler) menuduh BLO di Kelurahan No. 23 Dewan Kota Ramanagara membagikan formulir pencacahan dari gedung pernikahan alih-alih melakukan kunjungan dari pintu ke pintu. Secara terpisah, sebuah video yang beredar di media sosial konon memperlihatkan Booth Level Agent (BLA) mendampingi BLO selama kunjungan rumah, dan membagikan pamflet politik, sehingga menimbulkan pertanyaan mengenai kepatuhan terhadap protokol Komisi Pemilihan Umum. Menanggapi tuduhan pada bulan Juli 2, Bapak Anbu Kumar telah mengatakan kepada The Hindu bahwa pengaduan mengenai pelanggaran pedoman Komisi harus disampaikan kepada Pejabat Pemilihan Distrik yurisdiksi, yang telah diberi wewenang untuk menyelidiki kasus-kasus tersebut dan mengambil tindakan yang sesuai. Latihan SIR selama sebulan, yang melibatkan verifikasi pemilih dari rumah ke rumah, dan pengumpulan formulir pencacahan, akan berlanjut hingga 29 Juli. Diterbitkan – 03 Juli 2026 16:10 IST


Diterbitkan : 2026-07-03 10:40:00

sumber : www.thehindu.com