WHO menyatakan wabah hantavirus di kapal pesiar telah berakhir

Kapal MV Hondius berbendera Belanda berangkat tanggal 1 April dari Ushuaia, Argentina, melewati pulau-pulau terpencil di Samudra Atlantik Selatan, termasuk Tristan da Cunha, sebelum menuju utara ke Tenerife di Kepulauan Canary Spanyol, tempat penumpang yang tersisa dievakuasi. | Kredit Foto: AP Organisasi Kesehatan Dunia pada Kamis (2 Juli 2026) menyatakan berakhirnya wabah hantavirus yang mematikan di kapal pesiar yang memicu kekhawatiran internasional, setelah orang terakhir keluar dari karantina. Ada 12 kasus terkonfirmasi dan satu kemungkinan berasal dari MV Hondius, termasuk tiga kematian. kontak seseorang yang terpapar hantavirus di kapal pesiar MV Hondius menyelesaikan masa karantina mereka, dinyatakan negatif dan kembali ke rumah,” kata Ketua WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus pada konferensi pers. “Tidak ada kasus lebih lanjut yang dilaporkan sejak 25 Mei. Oleh karena itu kami dengan senang hati mengatakan bahwa WHO menganggap wabah hantavirus sudah berakhir.” Tenerife di Kepulauan Canary Spanyol, tempat penumpang yang tersisa dievakuasi.Kapal eksplorasi kutub akhirnya berlabuh pada 18 Mei di pelabuhan Rotterdam di Belanda.Pada tanggal 30 Mei, kapal diizinkan untuk melaut lagi setelah dibersihkan dan disinfeksi.Pencarian vaksin di masa depanTn. Tedros mengatakan lebih dari 650 kontak telah diidentifikasi dan ditindaklanjuti oleh otoritas kesehatan di 33 negara dan wilayah. Dia mengatakan WHO akan terus berupaya memahami wabah ini, dan virus itu sendiri. ada.Spesies Andes yang menjadi penyebab wabah Hondius adalah satu-satunya jenis hantavirus yang diketahui dapat menular dari manusia ke manusia. Ada dugaan bahwa seorang penumpang di kapal tersebut tertular virus saat melakukan perjalanan di daerah endemik Argentina. Namun kementerian kesehatan negara itu mengumumkan pada bulan Juni bahwa penyelidikan di provinsi kedua di Argentina gagal menemukan hewan pengerat yang membawa virus. Diana Rojas Alvarez, kepala epidemi berdampak tinggi WHO mengatakan wabah Hondius dapat dinyatakan berakhir. karena tidak lagi menjadi risiko kesehatan masyarakat. “Namun, virus Andes dan hantavirus lainnya masih menjadi ancaman kesehatan masyarakat di Amerika Selatan dan beberapa wilayah endemik lainnya,” katanya. Para ahli perlu terus memantau virus-virus tersebut dan bersiap menghadapi penyebaran lebih lanjut, serta melibatkan masyarakat lokal dalam kesiapsiagaan dan pencegahan. Diterbitkan – 03 Juli 2026 02:55 IST


Diterbitkan : 2026-07-02 21:25:00

sumber : www.thehindu.com