Krisis pengasuhan adalah krisis tenaga kerja


Amerika mempunyai sistem yang kompleks untuk mendukung hampir setiap pencapaian keuangan penting dalam kehidupan, mulai dari pinjaman mahasiswa untuk pendidikan dan hipotek untuk kepemilikan rumah hingga keuntungan pajak untuk masa pensiun. Lalu mengapa mengasuh orang-orang yang kita sayangi—sesuatu yang hampir 1 dari 4 pekerja Amerika lakukan tanpa bayaran—hampir tidak didukung sama sekali? Biaya perawatan saat ini sangatlah tinggi, dengan harga perawatan di rumah mencapai rekor $34 per jam dan biaya hidup yang dibantu melebihi $5,400 per bulan. Sementara itu, biaya penitipan anak telah meningkat sekitar 30% sejak tahun 2020. Banyak rumah tangga terpaksa memilih antara menanggung biaya-biaya ini atau mengambil tugas mengasuh anak sendiri. Apa pun kasusnya, pemberi kerja juga harus menanggung akibatnya. Perputaran tenaga kerja yang didorong oleh pengasuhan, ketidakhadiran, dan pelepasan diri di tempat kerja telah merugikan bisnis Amerika sebesar puluhan miliar setiap tahunnya. Meskipun demikian, tunjangan yang terkait dengan perawatan masih menghadapi perjuangan yang berat. Baru-baru ini, perusahaan-perusahaan besar telah mengurangi tunjangan pekerja termasuk cuti sebagai orang tua, sebuah pencabutan yang menunjukkan kurangnya imajinasi dan pandangan ke depan. Dengan tingkat keterlibatan karyawan yang hampir selalu rendah, tindakan seperti ini semakin menggarisbawahi kesenjangan antara keputusan perusahaan dan kesejahteraan tenaga kerja mereka. Selain kerentanan keuangan yang meluas, dengan 67% pekerja AS melaporkan hidup dari gaji ke gaji pada tahun 2025 dan hampir 70% mengalami kesulitan keuangan, pengusaha dan pembuat kebijakan harus berinvestasi dalam solusi yang mendukung pekerja dan keluarga mereka serta membangun kepercayaan—bukan mengabaikan mereka. Permintaan yang Meningkat dan Tenaga Kerja yang Menyusut Seiring bertambahnya usia penduduk Amerika, permintaan akan layanan kesehatan semakin meningkat—namun jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan untuk memberikan layanan tersebut tidak dapat mengimbanginya. Lebih dari seperempat pekerja perawatan jangka panjang adalah imigran, namun perubahan kebijakan telah membatasi jalur ini dan memperburuk kekurangan tenaga kerja. Dampaknya adalah kekurangan tenaga kerja yang mendorong harga-harga menjadi lebih tinggi bagi keluarga-keluarga yang sudah berada pada titik puncaknya. Pengasuhan anak juga menghadapi kendala serupa. Karena pusat penitipan anak beroperasi dengan margin yang sangat kecil, peningkatan biaya yang kecil sekalipun dapat berdampak buruk. Peningkatan biaya ini ditanggung langsung oleh keluarga, dan bahkan penyedia layanan kesehatan sering kali terpaksa menutup layanannya, sehingga semakin mengurangi akses terhadap layanan penitipan anak yang terjangkau. Bagaimana Pengusaha Dapat Membantu Masalah ini sering kali dibingkai sebagai masalah sosial atau kesenjangan kebijakan. Tapi ini juga masalah bisnis. Tempat kerja adalah tempat sebagian besar orang Amerika mengakses sumber daya yang mereka perlukan untuk membangun kesehatan finansial—termasuk pendapatan, tunjangan, dan perlindungan. Karena pengusaha sudah bertanggung jawab atas mekanisme yang memastikan pekerja dapat bertahan dari guncangan keuangan, mereka mempunyai posisi yang unik untuk membantu memperbaiki tren yang ada. Terlebih lagi, pemberi kerja mempunyai motivasi dan sarana untuk bertindak cepat. Mereka secara langsung merasakan dampak dari krisis pengasuhan dalam bentuk kehilangan giliran kerja, tingkat turnover yang tinggi, dan kelelahan, yang menyebabkan kerugian miliaran dolar bagi mereka. Meskipun solusi yang lebih luas dan berbasis kebijakan memerlukan waktu bertahun-tahun untuk diterapkan, pengusaha dapat melakukan perubahan lebih cepat dengan mengubah cara kerja mereka.


Diterbitkan : 2026-06-29 05:00:00

sumber : www.fastcompany.com