Musim hujan memicu lonjakan kasus demam berdarah di Ernakulam

Peningkatan kasus demam berdarah terlihat di distrik Ernakulam seiring dengan semakin intensifnya musim hujan di seluruh negara bagian tersebut. Pada tanggal 28 Juni, distrik tersebut telah melaporkan 763 kasus dugaan dan 295 kasus demam berdarah yang terkonfirmasi, dibandingkan dengan 304 kasus dugaan dan 142 kasus terkonfirmasi pada bulan Mei. Departemen Kesehatan telah mengintensifkan tindakan pencegahan mengingat meningkatnya penyakit yang ditularkan oleh nyamuk. “Kegiatan pengurangan sumber adalah satu-satunya cara efektif untuk mencegah perkembangbiakan nyamuk, dan arahan telah dikeluarkan untuk meningkatkan tindakan tersebut. Dengan adanya laporan kasus demam West Nile di distrik tersebut, kami memutuskan untuk fokus pada pencegahan penumpukan air kotor juga. Operasi pembersihan dan penyemprotan telah diluncurkan sebagai bagian dari tindakan pencegahan,” kata Petugas Medis Distrik Dr. R. Shahirsha. Kasus demam berdarah telah dilaporkan dari Edappally, Eloor, Kaloor, Kalamassery, Vennala, Ezhikkara, Malayidamthuruthu, Mulamthuruthy, Pattimattom, Ponnurunni, Thammanam dan Kalady, antara lain tempat di distrik tersebut. Pemerintah Kota Aluva sendiri melaporkan tujuh kasus pada minggu lalu, termasuk tiga dari Lingkungan 10 dan masing-masing dua dari Lingkungan 12 dan 21. Sekretaris Kota Aluva Ansal Isaac mengatakan tidak ada kasus baru yang dilaporkan sejak saat itu dan bahwa badan setempat telah mengintensifkan tindakan pengurangan sumber, termasuk fogging dan penyemprotan. Dr. Rajany Jose, Profesor Madya di Departemen Kedokteran Komunitas di Government Medical College, Ernakulam, mengatakan peningkatan kasus sudah diperkirakan. “Ada lonjakan jumlah kasus dibandingkan bulan lalu. Namun, hal ini sesuai dengan perkiraan karena datangnya musim hujan dan hujan yang sesekali menyebabkan genangan air, sehingga menciptakan kondisi yang menguntungkan bagi perkembangbiakan nyamuk. Satu-satunya cara untuk mencegah demam berdarah adalah melalui kegiatan pengurangan sumber,” kata Dr. Jose. Menggambarkan demam berdarah sebagai penyakit yang dapat dicegah, Dr. Jose mengatakan pengendalian yang efektif memerlukan upaya kolektif dan berkelanjutan dari semua departemen, serta partisipasi aktif masyarakat dalam menghilangkan genangan air dan memastikan pengelolaan limbah yang tepat. Diterbitkan – 28 Juni 2026 20:29 IST


Diterbitkan : 2026-06-28 14:59:00

sumber : www.thehindu.com