Keadaan darurat adalah serangan terbesar terhadap demokrasi India, kata presiden BJP Bihar Sanjay Saraogi

Presiden Negara Bagian BJP Sanjay Saraogi. | Kredit Foto: ANI Partai Bharatiya Janata (BJP) Presiden Negara Bagian Bihar Sanjay Saraogi pada Rabu (24 Juni 2025) mengatakan Darurat yang diberlakukan pada 25 Juni 1975 tetap menjadi babak tergelap dalam sejarah demokrasi India. Dia mengatakan bahwa keputusan Perdana Menteri Indira Gandhi merupakan penyalahgunaan Pasal 352 Konstitusi, yang mengakibatkan penangguhan hak-hak dasar dan penindasan kebebasan demokratis. Dia menambahkan bahwa sensor pers, penangkapan politik, dan pemerintahan otoriter menjerumuskan bangsa ke dalam suasana ketakutan dan ketidakpastian. Bapak Saraogi menunjukkan bahwa perlawanan terkuat dan paling terorganisir terhadap Keadaan Darurat muncul dari Bihar. “Di bawah kepemimpinan Loknayak Jayaprakash Narayan, gerakan ‘Revolusi Total’ mengilhami kebangkitan nasional dan memberikan arah baru bagi politik India. Dari Patna hingga pelosok Bihar, pelajar, pemuda, dan aktivis sosial bersatu dalam perjuangan bersejarah melawan otoritarianisme, memberi energi pada kekuatan demokrasi di seluruh negeri,” kata Saraogi kepada pers di Patna.Presiden BJP Bihar mencatat bahwa beberapa pemimpin terkemuka dan pekerja berdedikasi memainkan peran luar biasa selama gerakan anti-Darurat. Dia menambahkan bahwa mendiang George Fernandes memimpin perlawanan saat berada di bawah tanah, sementara Jananayak Karpoori Thakur tetap aktif terlibat dalam perjuangan untuk melindungi nilai-nilai demokrasi. “Ribuan pekerja yang terkait dengan Jana Sangh dan Rashtriya Swayamsevak Sangh (RSS) mengalami hukuman penjara dan kesulitan, namun tetap teguh dalam komitmen mereka terhadap demokrasi. Pada saat sebagian besar pemimpin oposisi dipenjara, relawan RSS, Bharatiya Jana Sangh, dan Akhil Bharatiya Vidyarthi Parishad (ABVP) terus beroperasi secara bawah tanah, memastikan semangat demokrasi tetap hidup dan tangguh di seluruh negeri,” kata Saraogi. Ia menegaskan BJP merupakan pewaris ideologi perjuangan demokrasi yang muncul dari gerakan anti Darurat. Di bawah kepemimpinan Perdana Menteri Narendra Modi, BJP tetap berkomitmen penuh untuk menjaga demokrasi, nilai-nilai konstitusi, dan hak-hak warga negara, tambahnya. Bapak Saraogi mengenang bahwa dalam pemilu bersejarah tahun 1977, masyarakat Bihar memberikan keputusan tegas terhadap pemerintahan otoriter dan memainkan peran penting dalam memulihkan demokrasi di India. Ia menjelaskan bahwa warisan perjuangan tersebut terus menginspirasi para pekerja BJP dan warga negara yang mencintai demokrasi di seluruh negeri. Ia mendesak warga negara untuk tidak pernah melupakan kengerian masa Darurat dan mendidik generasi mendatang tentang pengorbanan yang dilakukan untuk melindungi kerangka demokrasi India. Ia menyerukan kepada semua warga negara untuk menegaskan kembali komitmen mereka terhadap nilai-nilai demokrasi, pemerintahan konstitusional, dan kepentingan nasional, sambil memastikan bahwa api abadi demokrasi terus bersinar terang untuk generasi mendatang. Diterbitkan – 25 Juni 2026 06:57 IST


Diterbitkan : 2026-06-25 01:27:00

sumber : www.thehindu.com