Kebijakan rehabilitasi kawasan kumuh baru di Delhi disetujui; 20 lakh warga cluster JJ mendapat manfaat: CM
Keputusan tersebut akan membuka pintu perumahan permanen bagi sekitar 4-5 lakh keluarga, kata CM Rekha Gupta. | Kredit Foto: ANI Sekitar 20 lakh orang yang tinggal di cluster jhuggi-jhopdi (JJ) tidak sah di Delhi bergerak selangkah lebih dekat ke rehabilitasi setelah pemerintah Delhi pada hari Selasa (23 Juni 2026) menyetujui penerapan revisi tanggal batas 1 Januari 2025, bukan batas sebelumnya pada tanggal 1 Januari 2015, berdasarkan Kebijakan Rehabilitasi dan Relokasi Kluster Kumuh dan JJ Delhi, 2026, kata para pejabat. Keputusan tersebut diambil pada pertemuan Dewan Peningkatan Tempat Tinggal Perkotaan Delhi yang dipimpin oleh Ketua Menteri Rekha Gupta, setelah itu kantornya mengeluarkan rilis yang mengutip pernyataannya, “Keputusan tersebut akan membuka pintu perumahan permanen bagi sekitar 4-5 lakh keluarga, atau hampir 20 lakh orang, yang tinggal di berbagai cluster JJ di seluruh Delhi.” Kebijakan ini masih belum diberitahukan. Pemerintah juga sedang mempertimbangkan ketentuan untuk memasukkan anggota keluarga yang sama yang tinggal di unit terpisah ke dalam bangunan kumuh di bawah kerangka rehabilitasi, dengan membayar biaya yang ditentukan. Menurut pernyataan tersebut, keluarga yang memenuhi syarat akan dipindahkan ke rumah susun bertingkat dengan fasilitas umum di bawah proyek rehabilitasi. CM menambahkan bahwa upaya akan dilakukan untuk merehabilitasi penerima manfaat di dalam atau di dekat pemukiman mereka yang ada sejalan dengan skema Jahan Jhuggi Wahan Makkan dari pemerintah Delhi. Diterbitkan – 24 Juni 2026 07:38 IST
Diterbitkan : 2026-06-24 02:08:00
sumber : www.thehindu.com



