India melaporkan 15 lakh kasus kanker baru setiap tahunnya, fokusnya harus pada pencegahan dan diagnosis dini, kata Anupriya Patel
Perayaan ulang tahun perak Rumah Sakit dan Institut Penelitian Kanker Indo-Amerika Basavatarakam diselenggarakan di Hyderabad pada Senin, 22 Juni | Kredit Foto: Pengaturan Khusus Dengan hampir 15 lakh kasus kanker baru yang dilaporkan setiap tahun di India, deteksi dini dan pencegahan tetap menjadi senjata terbesar India melawan beban kanker yang semakin meningkat, kata Menteri Kesehatan dan Kesejahteraan Keluarga Anupriya Patel pada hari Senin. Saat menyampaikan pidato pada perayaan ulang tahun perak Rumah Sakit dan Institut Penelitian Kanker Indo-Amerika Basavatarakam di Hyderabad, Ibu Patel menggambarkan institusi tersebut sebagai contoh cemerlang dari perawatan penuh kasih, layanan berdedikasi dan komitmen sosial. Menggambarkan kanker sebagai penyakit utama tantangan kesehatan masyarakat, Ibu Patel mengatakan kemajuan dalam pencegahan, teknologi medis dan pengobatan telah meningkatkan tingkat kelangsungan hidup dan hasil akhir pasien. Namun, perubahan gaya hidup dan faktor lingkungan terus berkontribusi terhadap peningkatan kejadian penyakit ini. “Tantangan nyata yang kita hadapi saat ini bukan hanya dalam menyediakan pengobatan yang terjangkau dan berkualitas, namun dalam mencegah kanker dan mendeteksinya pada tahap awal,” katanya, seraya menambahkan bahwa diagnosis dini secara signifikan meningkatkan tingkat kelangsungan hidup. Menteri Kesehatan Serikat Pekerja JP Nadda, yang hadir dalam pertemuan tersebut secara virtual, mengatakan perjalanan 25 tahun rumah sakit ini mencerminkan visi mantan Ketua Menteri Andhra Pradesh NT Rama Rao untuk menyediakan pengobatan kanker yang terjangkau sambil mempromosikan pendidikan kedokteran dan penelitian di bidang onkologi. “Lembaga ini, yang dimulai dengan 100 tempat tidur, telah berkembang menjadi rumah sakit dengan 650 tempat tidur yang dilengkapi dengan fasilitas diagnostik dan pengobatan canggih dan didukung oleh tim yang terdiri lebih dari 250 spesialis di bidang bedah, medis, dan onkologi radiasi,” katanya. Menteri Kesehatan Telangana C. Damodar Raja Narasimha mengatakan kanker adalah salah satu penyakit tidak menular paling signifikan yang dihadapi masyarakat dan mencatat bahwa perubahan gaya hidup, kebiasaan makan, dan faktor lingkungan berkontribusi terhadap peningkatan jumlah pasien. kasus. “Telangana telah menyatakan kanker sebagai penyakit yang dapat diberitahukan dan membentuk registrasi kanker dan portal kanker khusus untuk melaporkan kasus. Pusat perawatan kanker juga telah didirikan di rumah sakit pendidikan di kantor pusat distrik untuk memastikan bahwa pasien dapat mengakses pengobatan lebih dekat dari rumah mereka,” tambahnya. Ketua rumah sakit dan aktor Nandamuri Balakrishna mengatakan bahwa institusi tersebut mengukur keberhasilannya bukan dalam jumlah tetapi dalam kehidupan yang berubah dan keluarga yang bersatu kembali. Dukungan dari para filantropis dan donor telah memungkinkan pendirian fasilitas radiasi canggih dan program transplantasi sumsum tulang pertama di India Selatan, yang muncul sebagai salah satu program paling dihormati di wilayah tersebut. Ketua Menteri Andhra Pradesh N. Chandrababu Naidu mengenang bahwa fasilitas pengobatan kanker khusus masih langka ketika rumah sakit ini didirikan dan pasien sering kali menghadapi kesulitan besar dalam mengakses layanan. Menyusul kematian istrinya Basavatarakam, mendiang NT Rama Rao membayangkan sebuah institusi yang akan menyediakan pengobatan kanker tingkat lanjut tanpa memandang status ekonomi pasien. Menghargai Bapak Balakrishna karena mentransformasikan institusi tersebut, Bapak Naidu mengatakan Rumah Sakit Kanker Indo-Amerika Basavatarakam telah berkembang menjadi kuil bagi pasien kanker dan berdiri sebagai simbol harapan dan kesembuhan bagi ribuan keluarga. Turut hadir pada kesempatan tersebut adalah mantan Wakil Presiden M. Venkaiah Naidu, Menteri Persatuan Negara untuk Pembangunan Pedesaan dan Komunikasi Chandrasekhar Pemmasani, Menteri Kesehatan Andhra Pradesh Satya Kumar Yadav, beberapa pejabat lainnya dan penyintas kanker. Diterbitkan – 22 Juni 2026 22:07 IST
Diterbitkan : 2026-06-22 17:22:00
sumber : www.thehindu.com



