Jika generasi yang membenci kemunafikan takut untuk menentangnya, tempat kerja seperti apa yang akan kita ciptakan?


Ada banyak kesalahan kepemimpinan yang bisa dimaafkan oleh karyawan. Komunikasi yang buruk dapat diperbaiki. Keputusan yang buruk bisa ditinjau kembali. Bahkan kepercayaan sering kali dapat dibangun kembali ketika para pemimpin mengambil tanggung jawab dan menunjukkan komitmen yang tulus untuk melakukan yang lebih baik. Namun, kemunafikan berbeda. Hal yang selalu mengganggu saya tentang kemunafikan adalah bahwa kemunafikan meminta untuk menjadi pengecualian. Kita semua terkadang gagal memenuhi standar kita sendiri. Itu bagian dari menjadi manusia. Namun kemunafikan bukan sekadar gagal memenuhi standar. Kemunafikan adalah menetapkan suatu standar dan kemudian memutuskan bahwa standar tersebut tidak lagi berlaku bagi Anda. Pemimpinlah yang memberi tahu karyawan tentang pentingnya akuntabilitas, namun menolak untuk menerima akuntabilitas itu sendiri. Atau mungkin perusahaan yang mengatakan kesejahteraan karyawan itu penting namun menghargai perilaku yang melemahkannya. Atau favorit pribadi, organisasi yang memperjuangkan transparansi hingga transparansi menjadi tidak nyaman. Pada intinya, kemunafikan mengandung asumsi bahwa sebagian orang harus dibatasi oleh aturan sementara yang lain harus dilindungi dari aturan tersebut. Ada rasa superioritas yang terkait dengan kemunafikan. Perasaan bahwa standar itu penting bagi orang lain, namun tidak penting bagi orang yang menerapkannya. Itulah sebabnya kemunafikan sering kali menimbulkan reaksi yang begitu keras. Karyawan tidak sekadar bereaksi terhadap inkonsistensi. Mereka bereaksi terhadap hierarki yang disamarkan sebagai prinsip. Ragu-ragu atau tidak nyaman Data terbaru dari Resume Now menunjukkan bahwa karyawan muda sangat memperhatikan kontradiksi ini. Sepenuhnya 60% pekerja Generasi Z melaporkan mempertimbangkan untuk meninggalkan perusahaan karena tindakannya tidak sejalan dengan nilai-nilai yang dinyatakan. Hampir setengahnya mengatakan mereka tetap diam mengenai sesuatu yang tidak etis demi melindungi diri mereka sendiri atau pekerjaan mereka. Dan 60% melaporkan merasa ragu atau tidak nyaman menyampaikan masalah etika di tempat kerja.


Diterbitkan : 2026-06-22 10:03:00

sumber : www.fastcompany.com