Kebocoran amonia Tiruvallur: Korban tewas meningkat menjadi lima di unit pengolahan makanan laut karena tiga pekerja perempuan lainnya meninggal

Beberapa pekerja yang berada dalam kondisi kritis pasca kebocoran gas amonia di pabrik pengolahan makanan laut di Tiruvallur dirawat di RGGGH di Chennai pada Minggu, 21 Juni 2026. | Kredit Foto: R. Ragu Korban tewas dalam insiden kebocoran gas amonia di unit pengolahan makanan laut swasta di distrik Tiruvallur bertambah menjadi lima orang, dengan tiga pekerja perempuan lagi meninggal di rumah sakit pada Senin (22 Juni 2026). Update kebocoran gas amonia Tamil Nadu pada 21 Juni 2026Sebanyak 67 orang sedang menjalani perawatan dan masih dalam pengawasan medis di berbagai rumah sakit, menurut buletin media yang dikeluarkan oleh Departemen Kesehatan dan Kesejahteraan Keluarga pada hari Senin (22 Juni).Menurut buletin tersebut, total 74 orang dilaporkan terkena dampak insiden tersebut, dua di antaranya meninggal pada Minggu (21 Juni). Hingga pukul 7 pagi pada hari Senin, tiga korban jiwa tambahan dilaporkan. Dari 67 pekerja yang menjalani perawatan, 18 orang dirawat di Rumah Sakit Venkateshwara Medical College, 29 orang di Rumah Sakit Vels Medical College, 10 orang di Rumah Sakit Government Stanley Medical College, dan 10 orang di Rumah Sakit Umum Pemerintah Rajiv Gandhi. Dari jumlah tersebut, 31 orang mendapat dukungan ventilator, 11 orang berada di Unit Perawatan Intensif dengan dukungan oksigen, dan satu orang menggunakan dukungan ventilator non-invasif. Sebanyak 24 pekerja lainnya dilaporkan berada dalam kondisi stabil. Departemen Kesehatan terus memantau situasi secara ketat dan memastikan ketersediaan perawatan medis yang tepat untuk semua orang yang terkena dampak. Pihaknya berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten dan lembaga layanan kesehatan untuk memfasilitasi tindakan pengobatan, pengawasan, dan respons yang tepat waktu.Insiden dan responsKebocoran gas amonia dilaporkan pada hari Minggu di fasilitas pemrosesan dan ekspor makanan laut swasta di daerah Kannigaipair/Manjangaranai dekat Periyapalayam di distrik Tiruvallur. Insiden tersebut dilaporkan terjadi selama operasi industri rutin, sehingga mengakibatkan pekerja yang berada di lokasi terpapar. Tim tanggap medis darurat, pejabat administrasi distrik, personel polisi, layanan pemadam kebakaran dan penyelamatan, serta otoritas kesehatan masyarakat segera dikerahkan untuk menangani insiden tersebut dan memastikan bantuan medis tepat waktu bagi mereka yang terkena dampak. Mereka terutama menunjukkan gejala-gejala yang konsisten dengan inhalasi amonia, termasuk sesak napas, iritasi pada mata dan saluran pernapasan, batuk, rasa tidak nyaman di dada, dan gangguan pernapasan dalam berbagai tingkat. Penyebab pasti insiden tersebut saat ini sedang diselidiki oleh pihak berwenang yang berwenang, kata buletin tersebut. Menguraikan respons kesehatan masyarakat, departemen tersebut mengatakan bahwa tim medis darurat dan ambulans segera dikerahkan dan para korban dipindahkan ke rumah sakit pemerintah dan swasta terdekat untuk mendapatkan perawatan. Pemantauan dan penilaian terhadap daerah yang terkena dampak dilakukan untuk memastikan keselamatan publik. Penilaian medis cepat dan pengobatan terhadap semua orang yang terpapar telah dilakukan. Selain itu, departemen segera merekomendasikan pengawasan berkelanjutan terhadap pekerja yang terpapar untuk mengetahui adanya komplikasi pernafasan yang tertunda, pemantauan lingkungan di tempat yang terkena dampak, dan peninjauan sistem keselamatan industri dan protokol tanggap darurat. Laporan ini juga merekomendasikan dilakukannya audit kesehatan dan keselamatan kerja di fasilitas serupa di distrik tersebut. Diterbitkan – 22 Juni 2026 09:40 IST


Diterbitkan : 2026-06-22 08:10:00

sumber : www.thehindu.com