KMC mengganti nama Suhrawardy Avenue di kota itu menjadi Jalan Gopal Mukherjee

Hampir enam minggu setelah berkuasa di Negara Bagian tersebut, pemerintahan Partai Bharatiya Janata (BJP) di Benggala Barat telah mengumumkan latihan ulang pertamanya dengan mengganti nama Jalan Suhrawardy di Kolkata menjadi Jalan Gopal Mukherjee. Menurut pemberitahuan yang diterbitkan pada tanggal 20 Juni dan ditandatangani oleh administrator Perusahaan Kota Kolkata (KMC), “jalan yang dikenal sebagai Jalan Suhrawardy di KMC akan diberi nama dan selanjutnya dikenal sebagai Gopal Mukherjee Jalan”.Jalan yang terletak di kawasan Park Circus kota ini sering dikritik oleh kelompok sayap kanan karena diyakini dinamai Huseyn Shaheed Suhrawardy (1892–1963), seorang politisi Bengali terkemuka yang menjabat sebagai Perdana Menteri terakhir Benggala yang tidak terbagi dan kemudian sebagai Perdana Menteri Pakistan. BJP dan kelompok Hindutva lainnya menganggap Suhrawardy bertanggung jawab atas kerusuhan komunal di Kolkata pada tahun 1946, yang juga disebut sebagai Kerusuhan Besar. Pembunuhan Kalkuta.Kepala Menteri Suvendu Adhikari dengan cepat memuji keputusan yang diambil oleh Kolkata Municipal Corporation, dengan mengatakan bahwa “selama beberapa dekade, arteri utama kota kami memuat nama seseorang yang dengan sengaja menyalahgunakan kekuasaan negara sebagai senjata, mengatur pembantaian warga yang tidak bersalah demi keuntungan politik belaka”. Namun, para ahli telah menunjukkan bahwa jalan tersebut tidak dinamai Huseyn Shaheed Suhrawardy tetapi setelah pamannya, Hassan Shaheed Suhrawardy, seorang akademisi Bengali, sarjana dan kritikus seni yang tidak ada hubungannya dengan kerusuhan komunal. Edisi lama Calcutta Municipal Gazette menunjukkan bahwa jalan tersebut diberi nama Suhrawardy Avenue pada tahun 1932–33, jauh sebelum Huseyn Shaheed Suhrawardy muncul di kancah politik. Usulan untuk mengganti nama jalan tersebut menjadi Gopal Mukherjee, yang dikenal sebagai Gopal Patha, didukung oleh kelompok sayap kanan, yang mengklaim bahwa ia “menyelamatkan” banyak keluarga Hindu pada masa Agung tahun 1946. Pembunuhan Kalkuta. Patha berarti kambing, nama yang dikaitkan dengannya karena keluarganya mengelola sebuah toko daging di pusat Kolkata. Ketua Menteri menggambarkan Mukherjee sebagai jiwa tak kenal takut yang bertindak sebagai pemimpin pelindung untuk membela dan menyelamatkan ribuan nyawa tak berdosa. “Akhirnya, pemulihan keadilan sejarah akan dicapai dengan menghormati wali dan penyelamat sejati. Sudah saatnya Benggala Barat mengingat, mengoreksi, dan menghormati pahlawan sejati,” kata Adhikari. Diterbitkan – 22 Juni 2026 02:28 IST


Diterbitkan : 2026-06-21 20:58:00

sumber : www.thehindu.com