Sebuah langkah ‘bersejarah’ gagal memberikan hasil bagi AMMA

Upaya Asosiasi Artis Film Malayalam (AMMA) untuk menghilangkan noda aib dari tubuh mereka yang bertabur bintang telah gagal dengan keluarnya kepemimpinan perempuan “bersejarah” yang memalukan. Ms. Menon terpilih sebagai presiden AMMA pada Agustus 2025 pada saat industri film Malayalam secara keseluruhan dipandang rendah oleh hampir semua orang di tengah serangkaian tuduhan seksual terhadap anggotanya, yang dipicu oleh dirilisnya laporan Komite Hema. Terpilihnya presiden perempuan pertama di tengah audit gender yang dilakukan organisasi tersebut telah membantu AMMA mendapatkan beberapa poin persepsi meskipun masih ada keraguan mengenai kebiasaan lama. Ms. Ucapan keras Menon yang mengatakan bahwa seseorang harus menjadi boneka untuk menjalankan organisasi dan dia tidak siap untuk tetap tinggal, menegaskan kembali pertanyaan mengenai struktur patriarki yang menolak untuk runtuh. Meskipun tuduhan inefisiensi administratif yang menyebabkan jatuhnya kepemimpinan adalah hal yang berbeda untuk dikaji, serangkaian peristiwa yang menyebabkan hal tersebut mengungkapkan bahwa tidak banyak orang yang menginginkan rezim ‘bersejarah’ ini bertahan lama. AMMA menjadi pemberitaan karena lebih banyak alasan yang salah daripada alasan yang baik di masa lalu dimana para anggotanya banyak mencuci cucian kotor mereka di depan umum. Asosiasi tersebut akhir-akhir ini berada dalam situasi yang memalukan dengan serangkaian pengaduan polisi terhadap sebagian anggotanya, termasuk para pengurus. Forum film tidak akan pernah bisa menyelesaikan masalah ini melalui perundingan meskipun banyak pihak yang menyatakan adanya ikatan persaudaraan. Kegagalan organisasi dalam meyakinkan semua anggotanya telah terungkap berkali-kali. Bahkan tuduhan yang serius bahwa aktor Tini Tom melontarkan pernyataan komunal dan memfitnah aktor Ansiba Hassan, yang memaksanya mundur dari jabatan sekretaris gabungan, tidak segera ditangani oleh organisasi tersebut, sehingga menyerahkannya kepada polisi dan pengadilan.’Klub elit’Ketidakmampuan organisasi untuk bertindak sebagai badan perdagangan yang harus menangani berbagai permasalahan menjadi jelas dalam seluruh insiden tersebut. Episode terbaru ini juga menegaskan kembali citra lama asosiasi tersebut sebagai klub elit dengan sedikit mekanisme untuk menyelesaikan krisis internalnya. Mereka selalu terlihat seperti sebuah keluarga yang lebih suka berperan sebagai sosok yang patuh pada sosok ayahnya. Tugas pertama yang harus diselesaikan oleh komite ad-hoc yang dipimpin oleh Ramesh Pisharody, yang ditunjuk untuk memimpin organisasi tersebut hingga pemilihan berikutnya, adalah mengurus semuanya dan menertibkan rumah tersebut. Era ad-hoc kemungkinan besar akan mengungkap jalan yang ingin diambil AMMA menuju pemilu berikutnya. Diterbitkan – 21 Juni 2026 21:57 IST


Diterbitkan : 2026-06-21 16:27:00

sumber : www.thehindu.com