Inggris akan memindai wajah para pencari suaka untuk memeriksa usia mereka—meskipun mereka mengetahui bahwa teknologi tersebut memiliki kelemahan


Verifikasi usia menghabiskan Internet. Mulai dari larangan media sosial di Australia hingga pembatasan pornografi di separuh negara bagian AS, banyak orang yang harus membuktikan usia mereka untuk mengakses situs web telah menjadi kebutuhan sehari-hari. Namun salah satu teknologi utama yang mendasari banyak pemeriksaan usia ini akan merambah ke dunia offline—dengan potensi konsekuensi yang mengubah hidup orang-orang yang usianya dapat diprediksi oleh AI. Mulai tahun depan, pemerintah Inggris berencana memperkenalkan estimasi usia wajah—di mana AI memindai wajah Anda dan menunjukkan usia Anda—untuk membantu menentukan usia pencari suaka yang tiba di perbatasan Inggris. Langkah ini diyakini merupakan pertama kalinya sistem estimasi usia wajah (FAE) digunakan dengan cara ini. Banyak pencari suaka yang tiba di Inggris tidak memiliki dokumen yang membuktikan usia mereka, dan jika anak-anak salah digolongkan sebagai orang dewasa, mereka dapat dicabut perlindungan hukumnya dan ditempatkan di pusat penahanan khusus orang dewasa. Investigasi yang dilakukan oleh WIRED dan Lighthouse Reports, bekerja sama dengan The Independent, telah memperoleh laporan internal pemerintah Inggris yang merinci pengujian mereka terhadap teknologi FAE. Hal ini menunjukkan bagaimana sistem tersebut sering salah mengira anak-anak sebagai orang dewasa dan tampaknya mengandung masalah bias yang serius, yang secara langsung berdampak pada kelompok migran terbesar yang harus menjalani penilaian usia pada tahun 2025, menurut data dari Kementerian Dalam Negeri. Investigasi ini menimbulkan pertanyaan tentang efektivitas teknologi ini dan apakah teknologi tersebut harus diterapkan dalam skenario berisiko tinggi seperti itu. Baca artikel lengkap Komentar


Diterbitkan : 2026-06-20 11:15:00

sumber : arstechnica.com