Trump memperkenalkan Air Force One baru, jet Qatar yang telah diubah


Pesawat baru ini tidak menggunakan eksterior biru telur robin era Kennedy pada pesawat lama agar terlihat lebih berani, dengan bagian bawah pesawat dicat biru tua dengan garis merah di atasnya. Sisi kiri pesawat, tempat presiden naik pesawat, dilengkapi stempel kepresidenan, sedangkan di bagian ekor pesawat terdapat bendera Amerika berukuran besar. “Keahlian pesawat ini, ketika Anda melihatnya, Anda tidak akan mempercayainya,” kata Trump dari dalam hanggar Pangkalan Angkatan Udara Andrews yang besar, sementara beberapa ratus personel Angkatan Udara yang berkumpul menyaksikannya. Dia berbicara setelah turun dari pesawat baru dengan gaya yang dramatis, seiring dengan lagu khasnya “God Bless the USA”. Hadiah dari Qatar berfungsi sebagai pesawat “jembatan” untuk membawa presiden sampai pesawat baru yang dipesan langsung dari Boeing tiba. Saat ini dijadwalkan untuk tahun 2028. Pemerintah secara resmi menerima jet mewah Boeing 747 dari Qatar tahun lalu untuk digunakan sebagai pesawat kepresidenan, meskipun ada pertanyaan tentang etika dan legalitas menerima hadiah mahal dari negara asing. Trump telah menegaskan di masa lalu bahwa dia tidak akan terbang dengan jet Qatar begitu dia meninggalkan jabatannya dan mengatakan bahwa pesawat itu akan disumbangkan ke perpustakaan kepresidenan di masa depan. Angkatan Udara pernah mengatakan di masa lalu bahwa modifikasi keamanan pada jet tersebut akan menelan biaya kurang dari $400 juta. Upaya Trump untuk menata ulang pesawat kepresidenan sudah ada sejak masa pemerintahan pertamanya, ketika dia memerintahkan agar armada jet baru yang masuk akan mengadopsi skema warna yang hampir identik dengan pesawat pribadinya. Presiden saat itu, Joe Biden, membatalkan keputusan tersebut pada bulan Maret 2023 karena tinjauan Angkatan Udara menunjukkan bahwa warna yang lebih gelap dapat meningkatkan biaya dan menunda pengiriman jet baru, namun begitu Trump kembali menjabat, ia kembali ke warna yang diinginkan untuk pesawat tersebut.


Diterbitkan : 2026-06-19 21:00:00

sumber : www.fastcompany.com