Jeda pusat data Minneapolis menuju ke Dewan Kota


Komite Dewan Kota Minneapolis memilih untuk mendukung jeda enam bulan dalam pembangunan pusat data baru di kota tersebut, dengan beberapa pengecualian untuk proyek di pusat kota. Dewan Kota Minneapolis memutuskan untuk memberlakukan moratorium pusat data pada bulan Mei. Keputusan ini masih memerlukan sidang komite dan persetujuan akhir dari dewan, namun segera berlaku untuk sementara waktu. Keputusan ini menghentikan pendirian, pendirian kembali, atau perluasan pusat data, kecuali untuk proyek yang berlokasi di pusat kota dan luasnya kurang dari 350.000 kaki persegi. Anggota Dewan Aurin Chowdhury adalah penulis utama moratorium ini dan mengatakan moratorium ini diperlukan sementara kota merancang dan menerapkan peraturan permanen mengenai pusat data. “Saya yakin merupakan tanggung jawab kita untuk memastikan Minneapolis memiliki informasi, kebijakan, dan perlindungan terkuat yang diperlukan sebelum pertumbuhan pusat data, dan moratorium sementara ini melengkapi upaya kebijakan yang akan kita jalani dalam lima bulan ke depan,” katanya. Komite Bisnis, Perumahan dan Zonasi mendengarkan pendapat masyarakat selama lebih dari satu jam pada hari Selasa sebelum memberikan suara 5-1 untuk mendukung moratorium. Kelompok kepentingan, penduduk dan dunia usaha memberikan komentar yang mendukung dan menentang moratorium terutama karena alasan lingkungan dan ekonomi. “Para miliarder teknologi berusaha membangun pusat data raksasa, yang jika diatur dengan buruk, dapat mencemari air, mengeringkan akuifer, meningkatkan emisi iklim, menaikkan tagihan listrik, membuat tetangga terkena polusi udara, kebisingan dan cahaya, membebani anggaran negara dan memaksa pemotongan layanan yang diandalkan masyarakat,” kata Marya Hart, perwakilan dari Sierra Club’s North Star Chapter. Perwakilan dari serikat pekerja lokal sebagian besar menentang moratorium tersebut, dengan alasan bahwa pusat data berpotensi memicu pertumbuhan ekonomi dan peluang kerja. “Pusat data menyediakan ribuan jam kerja bagi anggota dan keluarga kami, mempertahankan karier yang menawarkan upah, layanan kesehatan, tunjangan pensiun, dan peluang pelatihan magang yang terdepan di industri,” kata Jake Pettit, perwakilan dari serikat pekerja Local 539 Pipefitters. Dewan Kota secara penuh akan melakukan pemungutan suara terakhir mengenai moratorium tersebut minggu depan. Sementara itu, staf kota sedang menyusun rancangan peraturan pusat data permanen. “Minneapolis tidak memiliki kerangka peraturan modern untuk pusat data,” kata Chowdhury. “Kategori zonasi yang ada dirancang untuk infrastruktur telekomunikasi lama, dan tidak cukup untuk menangani fasilitas yang ada saat ini.”


Diterbitkan : 2026-06-17 10:53:00

sumber : www.mprnews.org