Para pemimpin G7 membuka pertemuan puncak mengenai Ukraina dan Asia Barat saat Zelenskyy bergabung di Prancis

Para pemimpin KTT Kelompok Tujuh negara-negara industri besar menghadapi agenda padat pada hari pertama mereka pada Selasa (16 Juni 2026), termasuk diskusi yang menantang mengenai mengakhiri perang Rusia di Ukraina dan mengatasi krisis Asia Barat. Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy akan hadir atas undangan tuan rumah Perancis. Pembicaraan di Ukraina terjadi setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan perjanjian untuk mengakhiri perang AS melawan Iran yang telah berlangsung selama 3 1/2 bulan. Dalam beberapa pekan terakhir, konflik Iran telah membayangi perang di Ukraina yang dilancarkan Presiden Rusia Vladimir Putin lebih dari empat tahun lalu.Mr. Trump mengatakan dia melakukan percakapan yang baik pada hari Minggu dengan Zelenskyy dan Putin. “Sekarang (Iran) sudah selesai, kami akan fokus pada hal itu,” katanya, berbicara dalam pertemuan bilateral dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron pada hari Senin. Macron mengatakan dia akan berusaha membujuk Trump untuk terus mendukung Ukraina dan meningkatkan tekanan pada Rusia untuk membantu mencapai perjanjian damai. Beberapa jam sebelum dimulainya KTT G7, Rusia menembakkan ratusan drone dan puluhan rudal ke kota-kota terbesar di Ukraina dalam serangan yang menewaskan 11 orang dan membakar tempat keagamaan. Diskusi pada hari Selasa di kota spa Prancis, Evian-les-Bains, juga mencakup sesi kerja yang berfokus pada “mengakhiri krisis dan memastikan stabilitas di Timur Tengah.” Para pemimpin Mesir, Qatar dan Uni Emirat Arab akan bergabung dalam pembicaraan tersebut. Trump frustrasi dengan kurangnya gerakan menuju resolusi Ukraina-RusiaSerangan terhadap kota-kota terbesar di Ukraina terjadi setelah Zelenskyy dan Putin berbicara secara terpisah melalui telepon dengan Trump pada hari Minggu, hari ulang tahun pemimpin AS yang ke-80. Pertukaran tersebut menunjukkan bahwa Washington belum menyerah pada upaya diplomatiknya untuk menghentikan pertempuran yang terjadi setelah invasi besar-besaran Moskow terhadap negara tetangganya pada tahun 2022. “Negosiasi yang tepat adalah negosiasi yang melibatkan Ukraina dan Rusia, namun juga dihadiri oleh Eropa dan Amerika,” kata Macron di televisi Prancis. Saat berkampanye untuk kembali ke Gedung Putih, Trump mengklaim bahwa dia dapat mengakhiri perang Rusia-Ukraina dalam waktu 24 jam setelah menjabat. Ia kemudian mengakui bahwa hal ini ternyata jauh lebih sulit daripada yang ia bayangkan sebelumnya. Negosiasi keanggotaan UE Ukraina pada hari Senin secara resmi memulai perundingan keanggotaan UE, meluncurkan sebuah proses yang mengharuskan pemerintahnya untuk berkomitmen terhadap reformasi politik selama bertahun-tahun bahkan ketika negara itu sedang melawan invasi Rusia. Ukraina memandang keanggotaan UE sebagai jaminan keamanan untuk masa depan yang stabil setelah perang berakhir. Jaminan terbaiknya adalah keanggotaan dalam aliansi militer NATO, namun pemerintahan Trump bersikeras bahwa hal itu tidak bisa terjadi, dan negara-negara lain khawatir jika Iran bergabung ketika perang terus berlanjut. Titik konflik Iran antara Trump dan EropaDalam beberapa bulan terakhir, Trump mempunyai perbedaan pendapat yang tajam dengan Macron, Perdana Menteri Inggris Keir Starmer, Kanselir Jerman Friedrich Merz dan Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni atas kegagalannya berkonsultasi dengan mereka sebelum mengambil keputusan untuk berperang di Iran. Trump telah mengancam akan melakukan pembalasan, termasuk menarik pasukan AS di keempat negara tersebut, yang seluruhnya merupakan anggota aliansi militer NATO, karena kurangnya dukungan mereka. Terlepas dari perbedaan pendapat tersebut, pernyataan Evian harusnya dilakukan dengan hati-hati, karena para sekutu AS mengupayakan kemajuan pesat yang dapat mengurangi dampak ekonomi dari kenaikan harga minyak yang disebabkan oleh blokade Selat Hormuz. sebuah roket hari ini,” kata Trump. Menjelang pertemuan mereka di G7, para pemimpin Perancis, Jerman, Italia dan Inggris mengeluarkan pernyataan bersama yang mengucapkan selamat kepada Amerika Serikat, pemerintah Iran dan para mediator atas apa yang mereka sebut sebagai “terobosan diplomatik.” Kanada juga menandatangani pernyataan tersebut. Para pemimpin mengatakan sangat penting untuk melakukan perundingan secara rinci dan agar kesepakatan dapat dilaksanakan dengan cepat sehingga Selat Hormuz dapat dibuka kembali untuk lalu lintas kapal tanker. Macron kemudian mengatakan Prancis dan mitra Barat lainnya “siap mengambil tindakan dengan sangat cepat” untuk membantu membuka kembali selat tersebut dengan damai. Perancis dan Inggris telah memperjuangkan misi untuk memulihkan keamanan maritim di selat tersebut segera setelah kondisi memungkinkan. Namun Trump tampaknya meremehkan perlunya pengerahan militer internasional dalam jumlah besar. “Saya kira kita tidak akan membutuhkan banyak bantuan,” katanya saat bertemu dengan Macron. “Tetapi menurut saya bukan ide yang buruk untuk memiliki satu atau dua kapal dari beberapa negara di sini. Anda akan menjadi negara yang hebat untuk melakukannya.”Agenda berikutnyaPada hari Selasa, selain sesi kerja yang dihadiri oleh Zelenskyy, Trump akan berpartisipasi dalam pertemuan yang mencakup pertemuan dengan emir Qatar dan presiden UEA sebelum menghadiri pertunjukan budaya dan makan malam dengan para pemimpin G7 lainnya.G7 meliputi Perancis, Amerika Serikat, Kanada, Jerman, Italia, Jepang, dan Inggris. Negara-negara tamu lain pada KTT ini termasuk Brazil, India, Kenya dan Korea Selatan diundang untuk berpartisipasi dalam beberapa diskusi sebagai negara mitra bersama anggota G7. Diterbitkan – 16 Juni 2026 10:32 IST


Diterbitkan : 2026-06-16 05:05:00

sumber : www.thehindu.com