Nasib pameran perbudakan bersejarah yang menjadi sasaran Trump berada di ujung tanduk

Pengacara dan pemandu wisata Raina Yancey ingin pemerintah federal memulihkan sepenuhnya pameran perbudakan yang dibongkar beberapa bulan lalu di Rumah Presiden di Philadelphia. Adrian Florido hide caption toggle caption Perjuangan Presiden Trump Adrian Florido untuk mengubah cara penyampaian sejarah Amerika telah menemui rintangan lain. Pekan lalu, seorang hakim federal untuk sementara memblokir perintah eksekutifnya yang sudah berumur satu tahun berjudul “Memulihkan Kebenaran dan Kewarasan dalam Sejarah Amerika.” Keputusan tersebut memerintahkan Menteri Dalam Negeri untuk menghapus konten di taman nasional dan situs bersejarah yang “secara tidak pantas meremehkan masa lalu atau kehidupan orang Amerika.” Beberapa bulan kemudian, pegawai federal mengambil linggis dan membongkar bukti tentang sembilan orang Afrika-Amerika yang diperbudak oleh Presiden George Washington di gedung eksekutif pertama negara itu di Philadelphia. Pencopotan tersebut memicu kecaman bipartisan dan pertarungan hukum panjang yang berlanjut hingga ke pengadilan banding federal. Beberapa bagian pameran telah dipugar, namun masih banyak yang hilang. Pengacara dan aktivis Michael Coard menghabiskan waktu bertahun-tahun berjuang untuk membuat situs yang menceritakan kisah orang-orang yang diperbudak oleh George Washington di Philadelphia. Henry Larson hide caption toggle caption Henry Larson Michael Coard adalah seorang pengacara dan aktivis yang mengadvokasi pembuatan pameran tersebut. Dibuka pada tahun 2010. “Itu adalah pembukaan peringatan budak pertama di properti federal dalam sejarah AS. Kami pikir itu akan bertahan selamanya. Namun 15 tahun kemudian, kehancuran terjadi,” kata Coard. Dia dan yang lainnya ingin seluruh pameran dipulihkan pada tanggal 4 Juli, ketika orang-orang akan datang ke Philadelphia yang bersejarah untuk merayakan ulang tahun ke-250 berdirinya negara tersebut. Adrian Florido dari NPR berbicara dengan Coard, pengacara dan pemandu wisata Raina Yancey dan yang lainnya di Rumah Presiden di Philadelphia untuk memahami tekanan tenggat waktu yang kini dihadapi para aktivis, dan bagaimana mereka masih menceritakan kisah para pekerja yang diperbudak di Washington ketika perjuangan hukum terus berlanjut. Dengarkan cerita selengkapnya dengan mengklik tombol putar berwarna biru di atas.


Diterbitkan : 2026-06-14 22:53:00

sumber : www.npr.org