Vila keluarga kaya berusia 1.800 tahun ditemukan di bawah gedung olahraga sekolah di Roma

Siswa di sekolah menengah setempat di Roma telah lama mengetahui lorong bawah tanah misterius yang ada di bawah tanah, tetapi akhirnya, sebuah protes menggerakkan sekolah tersebut, pihak berwenang diberitahu, dan mereka menemukan sebuah vila Romawi kuno. Sekolah Menengah Ilmiah Cavour terletak sekitar lima menit berjalan kaki dari Colosseum, dan terletak di lokasi vila Romawi yang baru diidentifikasi. Dibangun pada abad ke-19 sebagai kompleks misionaris, sekolah ini mewujudkan lapisan sejarah yang membuat Roma terkenal. Selama bertahun-tahun, para siswa diam-diam berbagi cerita tentang ruangan, karya seni, dan lorong di bawah gimnasium. Seiring berjalannya waktu, cerita-cerita ini menjadi semakin rumit, sehingga membuat pihak administrasi sekolah tidak terlalu menganggapnya serius, menurut Popular Mechanics. Situasi meningkat ketika terjadi protes yang menutup sekolah, menyebabkan para remaja yang gelisah tidak diawasi. Mereka menjelajahi lorong bawah tanah di bawah gimnasium, berusaha membuktikan keabsahan klaim mereka. Di luar, suara-suara menyerukan reformasi. Seorang guru yang penasaran, Claudia Marino, mendengar semangat dalam cerita mereka dan membawa sekelompok siswa yang suka berpetualang melewati pintu besi. Mereka mendapati diri mereka berada di ruang ketel tua, dan saat mereka menjelajah lebih jauh ke dalam ruangan yang tidak terpakai ini, mereka menemukan tembok Romawi kuno. Melanjutkan melalui lorong sempit, mereka menemukan sebuah domus, atau vila yang masih utuh. Itu tentu saja merupakan hari yang penting di sekolah. Para arkeolog dari Inspektur Khusus Roma dengan cepat menanggapi berita tersebut, tiba di lokasi kejadian seolah-olah menanggapi panggilan polisi. Sebuah vila keluarga di lingkungan kuno yang makmur Tempat tinggal kuno ini pertama kali terungkap pada tahun 1895 ketika Via degli Annibaldi dibangun. Saat itu, para arkeolog menemukan bagian bangunan serta pipa air bertuliskan nama keluarga Umbrius. Namun, penggalian lebih lanjut tidak dilakukan, dan vila kuno tersebut menghilang. Grafiti dari tahun 1940-an dan 1950-an, bagaimanapun, menunjukkan bahwa pelajar telah lama meninggalkan jejak mereka di rumah orang lain, namun rahasia yang disimpan di kalangan pemuda tidak pernah meresap ke dalam kesadaran orang dewasa sampai orang-orang Romawi turun ke jalan. Ketika protes mengisyaratkan keberadaan vila tersebut, para arkeolog bersemangat untuk menyelidikinya karena sekolah tersebut terletak di lingkungan eksklusif di Roma tempat tinggal tokoh-tokoh kuno: Cicero, Pompey, Oktavianus, Kaisar Augustus, dan banyak lagi, menurut Archaeology News. Penggalian secara resmi dimulai pada Januari 2026, dengan pengumuman yang dibuat pada tanggal 28 Mei yang mengonfirmasi bahwa para siswa telah menemukan domus pertengahan Kekaisaran, yang kemudian diberi nama Domus Liceo Cavour. Berasal dari pertengahan abad kedua M, bangunan ini memang milik keluarga Umbrius, berasal dari Italia tengah-selatan. Pekerjaan masa depan bagi pelajar Para arkeolog meninggalkan situs tersebut dengan 48 peti artefak, termasuk lukisan dinding, elemen dekoratif, dan mosaik ubin besar yang bentuknya tidak beraturan—desain yang populer pada abad kedua Masehi. Pelestarian vila yang luar biasa ini mendorong Kementerian Kebudayaan Italia untuk menggambarkan lukisan-lukisan itu sebagai lukisan yang “spektakuler” dan memerlukan penggalian penuh, menurut Popular Mechanics. Kemungkinan besar lahannya meluas hingga ke halaman sekolah, sehingga eksplorasi lebih lanjut direncanakan. Proyek ini bertujuan untuk membuka situs ini bagi pengunjung, dengan siswa berperan sebagai pemandu wisata—sebuah kesimpulan bijaksana yang menghormati mereka yang menemukan dan menghargai potongan sejarah ini.


Diterbitkan : 2026-06-14 15:33:00

sumber : interestingengineering.com