Pelaut India meninggal karena komplikasi medis di atas kapal tanker di Oman
India memiliki lebih dari 300.000 pelaut yang bekerja di armada pelayaran global, menurut data pemerintah. Gambar file representasional. | Kredit Foto: Reuters Seorang India meninggal karena komplikasi medis di atas kapal MT Celestial saat berlabuh di Pelabuhan Duqm di Oman, kata kedutaan India di Muscat Sabtu malam (13 Juni 2026).Misi India mengidentifikasi almarhum sebagai Nishanth Uirthanathan, yang berada di kapal MT Celestial. Pihaknya tetap berhubungan dekat dengan keluarga Tuan Uirthanathan. Kedutaan tetap berhubungan dekat dengan anggota keluarga warga negara India Tuan Nishanth Uirthanathan yang sayangnya kehilangan nyawanya karena kondisi medis, anggota awak kapal dan pihak berwenang yang terkait. Upaya sedang dilakukan untuk memfasilitasi sedini mungkin…— India di Oman (Kedutaan Besar India, Muscat) (@Indemb_Muscat) 14 Juni 2026“Upaya sedang dilakukan untuk memfasilitasi pendaratan dan pemulangan jenazah sedini mungkin,” kata kedutaan tersebut dalam sebuah postingan di media sosial. India memiliki lebih dari 300,000 pelaut yang bekerja di armada pelayaran global, menurut untuk data pemerintah. Lebih dari 18.000 pelaut India bekerja di Asia Barat, seorang pejabat di kementerian pelayaran negara itu mengatakan pekan lalu. Kematian ini terjadi beberapa hari setelah tiga pelaut India tewas dalam serangan AS terhadap sebuah kapal tanker di lepas pantai Oman, yang memicu kecaman dari masyarakat dan partai oposisi. Partai-partai oposisi telah mendesak Perdana Menteri Narendra Modi untuk mengangkat masalah ini kepada Presiden AS Donald Trump di sela-sela pertemuan. dari KTT G7 akhir pekan ini. Dan pada hari Jumat (12 Juni 2026), India mengambil langkah yang jarang terjadi, yaitu mengajukan protes kedua kepada AS atas serangan yang terjadi lebih dari tiga bulan setelah perang AS-Israel melawan Iran. Kementerian Luar Negeri mengatakan pihaknya telah memanggil kuasa usaha AS untuk menyampaikan “keprihatinan mendalamnya atas penggunaan kekuatan yang mematikan dan mematikan terhadap kapal sipil.” Nishanth Uirthanathan, 35 tahun, yang meninggal pada 11 Juni, tetap berada di kapal selama lebih dari dua hari tanpa lemari es yang memadai, kata Forward Seamen’s Union of India di media sosial pada Sabtu (13 Juni 2026). video yang katanya berasal dari kapal tanker. (Dengan masukan dari Reuters, PTI) Diterbitkan – 14 Juni 2026 14:13 IST
Diterbitkan : 2026-06-14 08:44:00
sumber : www.thehindu.com



