Cara memanfaatkan obrolan di lorong semaksimal mungkin

Kebanyakan orang menganggap bertukar kata di lorong sebagai acara singkat “Hai, sampai jumpa” yang tidak melibatkan pesan penting apa pun. Itu benar bahkan jika Anda menambahkan, “Bagaimana kabarmu?” atau “Semoga akhir pekanmu menyenangkan.” Jarang sekali orang berpikir bahwa pertukaran yang terjadi secara sekilas ini mempunyai substansi. Pikirkan lagi! Percakapan ini bisa menjadi percakapan terpenting yang Anda lakukan hari itu. Yang perlu Anda lakukan hanyalah bersiap untuk bersikap spontan. Percakapan di lorong memberikan kesempatan untuk mendapatkan jawaban yang cepat dan jujur terhadap masalah yang menjadi perhatian Anda. Pertemuan ini sering kali lebih bermanfaat daripada pertemuan yang direncanakan. Kemungkinan besar Anda akan mendapatkan penyelesaian atas masalah yang Anda angkat karena biasanya orang-orang sedang terburu-buru. Pertukaran ini memungkinkan Anda mengundang karyawan baru untuk makan siang. Mereka memungkinkan Anda bertanya kepada rekan kerja apa yang diputuskan dalam rapat, atau menyebutkan kepada bawahan langsung proyek yang Anda ingin dia kerjakan. Jadi lakukanlah. Kemungkinan besar Anda akan mendapatkan jawaban singkat yang memberi Anda apa yang Anda perlukan untuk maju. LANGKAH 1: PASTIKAN SITUASINYA BENAR Jangan dekati seseorang di lorong jika mereka sedang terlibat percakapan lain atau sedang terburu-buru. Dan jangan mencoba ngobrol jika koridor terlalu ramai. Ini hanyalah kesopanan sederhana untuk menghormati orang lain jika mereka tidak ada. Lihatlah reporter yang cerdas. Mereka tidak pernah menyela seseorang yang sedang mengobrol. LANGKAH 2: PERSIAPKAN MENJADI SPONTAN Untuk memanfaatkan pertemuan ini sebaik-baiknya, Anda harus bersiap. Dalam buku saya, Impromptu: Leading in the Moment, saya mencatat bahwa ucapan dadakan yang paling berhasil adalah ucapan yang dipikirkan terlebih dahulu.
Diterbitkan : 2026-06-14 05:00:00
sumber : www.fastcompany.com



