Didukung oleh CJP, mahasiswa Lucknow memprotes kurangnya transparansi dan ketidakberesan dalam upaya perekrutan

Pelajar dan calon pekerja pemerintah berkumpul di Eco Garden di Lucknow pada 12 Juni 2026. | Kredit Foto: ANI Mahasiswa dan calon pekerja pemerintah berkumpul di Eco Garden di Lucknow pada hari Jumat untuk memprotes dugaan penyimpangan yang meluas dalam pemeriksaan perekrutan, menuntut pemerintah mengatasi keluhan mereka. Pendiri Cockroach Janta Party (CJP) Abhijeet Dipke juga bergabung dalam protes tersebut, menuntut akuntabilitas. “Saya tidak takut untuk mengajukan pertanyaan nyata kepada pemerintah. Para pemuda di negara kami tidak takut untuk mengajukan pertanyaan nyata kepada pemerintah. Kami akan melanjutkan gerakan ini, kami akan berhasil,” kata Dipke. Seruan untuk penyelidikan tingkat tinggi”Terdapat kejanggalan, salah urus di pusat ujian, dan kurangnya transparansi dalam proses rekrutmen di berbagai tingkat ujian kompetitif termasuk untuk Lekhpal (petugas pendapatan desa) dan Sub-Inspektur UP,” kata Omkar Singh, salah satu calon di tempat protes. “Kami menuntut penyelidikan yang menyeluruh dan tidak memihak terhadap semua tuduhan. Penyelidikan tingkat tinggi yang independen terhadap dugaan penyimpangan dalam ujian utama Lekhpal sangat penting, karena video pelanggaran telah menjadi viral,” tambahnya. “Tuntutan kami termasuk pelaksanaan kembali ujian utama Lekhpal dan segera dirilisnya kartu skor terperinci untuk ujian Sub-Inspektur UP. Pemerintah telah gagal melakukan banyak tes rekrutmen dan kelayakan, dan kami bersikeras agar kalender ujian rekrutmen dipatuhi sepenuhnya,” Pak Singh kata.Penanganan keluhan diperlukanSiswa juga menuduh pemerintah daerah di Prayagraj, pusat pelatihan utama di Uttar Pradesh, menutup tiga pusat pelatihan dengan dalih ketidakpatuhan terhadap peraturan keselamatan bangunan. Kenyataannya, kata para mahasiswa, pihak berwenang mencurigai pusat-pusat tersebut mendukung gerakan pemuda. Para pengunjuk rasa di Lucknow juga menuntut pemerintah membentuk dialog permanen dan mekanisme penyelesaian keluhan untuk mengatasi masalah yang dihadapi oleh para calon peserta ujian kompetitif. Pada tanggal 29 Mei, ratusan calon ini berkumpul di jalan-jalan Prayagraj untuk melakukan protes serupa. Sikap Otoriter Partai Kongres Oposisi mengkritik pemerintah Uttar Pradesh yang dikuasai BJP karena gagal memulai dialog dengan mahasiswa yang melakukan protes. “Dalam demokrasi yang sehat, pemerintah memulai dialog dengan pemangku kepentingan yang peduli untuk memahami keluhan dan kekhawatiran mereka,” kata Sekretaris Nasional Kongres Shahnawaz Alam. “Di masa lalu, isu-isu diangkat oleh komunitas mahasiswa, yang dibahas secara demokratis. Namun pemerintah saat ini bertindak secara otoriter. Minggu ini, kita melihat tingkat krisis ketenagakerjaan di UP ketika lebih dari 20 lakh calon mengikuti ujian polisi untuk sekitar 32.000 kursi. Kami menuntut pemerintah mengatasi keluhan kami di UP paling awal,” tambahnya. Diterbitkan – 12 Juni 2026 23:29 IST


Diterbitkan : 2026-06-12 18:51:00

sumber : www.thehindu.com