Proyek penyimpanan hidrogen tenaga surya terbesar di Tiongkok selesai dengan cadangan 120.000 kWh
Tiongkok telah menyelesaikan proyek lepas pantai terbesarnya, yang menggabungkan tenaga surya, produksi hidrogen, dan penyimpanan energi. Hal ini menandai langkah besar dalam upaya negara ini untuk menciptakan sistem energi terbarukan yang lebih andal. Proyek tersebut, di lepas pantai Rudong di Provinsi Jiangsu Tiongkok Timur, dilaporkan selesai pada hari Rabu, menurut China Media Group. Didanai oleh CHN Energy Guohua Energy Investment Co., fasilitas ini digambarkan sebagai proyek demonstrasi tenaga surya lepas pantai terbesar di Tiongkok yang menggabungkan tenaga surya, produksi hidrogen, dan penyimpanan energi. Fasilitas lepas pantai yang sangat besar menggabungkan berbagai teknologi energi Proyek Rudong memiliki kapasitas tenaga surya sebesar 400.000 kilowatt (400 MW) dan stasiun booster darat baru berkekuatan 220 kilovolt. Ini juga mencakup stasiun produksi hidrogen yang mampu menghasilkan 1.500 meter kubik standar hidrogen per jam, bersama dengan stasiun penyimpanan energi elektrokimia. Menurut laporan media Tiongkok, ini adalah proyek pertama di Tiongkok yang menggabungkan pembangkit listrik, produksi hidrogen, penyimpanan energi, penggunaan energi penuh, dan pengelolaan ekologi pesisir dalam satu pembangunan. Fasilitas ini telah dirancang sesuai dengan apa yang digambarkan oleh para pejabat sebagai model “penyimpanan-listrik-hidrogen” yang terintegrasi. Tenaga surya yang dibuat di lepas pantai dapat disalurkan ke jaringan listrik, disimpan dalam baterai, atau digunakan untuk membuat hidrogen dari air. Pengaturan ini memungkinkan energi digunakan dengan cara berbeda berdasarkan permintaan dan kondisi. Proyek ini dibangun di dataran pasang surut pantai, yang sering dianggap sebagai lokasi yang cocok untuk proyek energi terbarukan yang besar. Ia juga menggunakan teknologi surya canggih dan sistem kontrol cerdas untuk meningkatkan konversi dan manajemen energi. Proyek penyimpanan PV-hidrogen terintegrasi terbesar di Tiongkok telah menyelesaikan konstruksi di Provinsi Jiangsu, Tiongkok timur. Proyek ini, dengan total kapasitas fotovoltaik sebesar 400.000 kW, mencakup stasiun booster darat 220 kV yang baru dibangun, fasilitas produksi hidrogen dengan… pic.twitter.com/gd2KuSPBkA— People’s Daily, Tiongkok (@PDChina) 10 Juni 2026 Hidrogen ramah lingkungan memainkan peran sentral Salah satu fitur penting dari proyek ini adalah dapat membuat hidrogen ramah lingkungan menggunakan listrik dari sumber terbarukan. Dengan menggunakan tenaga surya untuk memecah air menjadi hidrogen dan oksigen, fasilitas tersebut dapat menyimpan energi sebagai hidrogen untuk digunakan nanti. Harian Nantong melaporkan awal tahun ini bahwa pembangkit listrik tenaga surya mencapai koneksi jaringan berkapasitas penuh pada tanggal 29 April 2025. Ketika seluruh proyek berjalan, stasiun penyimpanan energi akan mampu memasok 120.000 kilowatt-jam listrik selama permintaan puncak setiap hari. Sementara itu, fasilitas produksi hidrogen diharapkan dapat menghasilkan hingga 180 ton hidrogen hijau setiap tahunnya. Hidrogen ini dapat digunakan oleh industri terdekat, seperti manufaktur bahan kimia dan transportasi, yang mencari pilihan bahan bakar yang lebih ramah lingkungan. Para pejabat mengatakan fasilitas tenaga surya, hidrogen, dan penyimpanan yang telah selesai akan beroperasi sebagai sistem energi tertutup yang mencakup pembangkitan, penyimpanan, penggunaan, dan cadangan. Para ahli menyoroti keunggulan stabilitas Lin Boqiang, direktur Pusat Penelitian Ekonomi Energi Tiongkok di Universitas Xiamen, mengatakan bahwa penambahan teknologi hidrogen dan penyimpanan dapat membantu mengatasi masalah volatilitas tenaga surya. Dia mengatakan proyek ini menunjukkan bahwa energi terbarukan tidak hanya sekedar menambah pembangkit listrik. “Penyelesaian proyek ini menandai langkah maju Tiongkok dalam bidang energi baru yang saling melengkapi dan multi-energi,” katanya. Dia menambahkan bahwa proyek tersebut kini berfokus pada efisiensi konversi energi, mengintegrasikan berbagai sumber energi, dan membuat sistem lebih stabil, bukan hanya meningkatkan kapasitas. Ia juga mengatakan bahwa wilayah pesisir seringkali memiliki sumber daya angin dan matahari yang kuat namun masih menghadapi pasokan energi yang tidak konsisten. Tiongkok meningkatkan produksi hidrogen terbarukan Proyek ini dilakukan ketika Tiongkok dengan cepat memperluas produksi hidrogen dari energi terbarukan di seluruh negeri. Administrasi Energi Nasional mengatakan industri ini beralih dari proyek percontohan ke penggunaan komersial skala besar. Pada akhir Maret, proyek hidrogen terbarukan yang telah selesai dan sedang berjalan di Tiongkok memiliki total kapasitas produksi lebih dari 1 juta ton per tahun. Lebih dari 250.000 ton per tahun sudah beroperasi, yang berarti lebih dari dua kali lipat kapasitas pada akhir tahun 2024. Proyek yang sedang dibangun akan menambah lebih dari 900.000 ton kapasitas tahunan. Lin mencatat bahwa nilai jangka panjang proyek seperti Rudong akan bergantung pada pengurangan biaya pengembangan dan peningkatan efisiensi produksi hidrogen. Namun, fasilitas baru ini merupakan salah satu contoh terbaik hingga saat ini tentang bagaimana tenaga surya, penyimpanan energi, dan produksi hidrogen dapat bekerja sama dalam sistem energi bersih berskala besar.
Diterbitkan : 2026-06-11 11:48:00
sumber : interestingengineering.com



