Airbus memodifikasi helikopter H145M untuk mengerahkan pencegat melawan kawanan drone taktis

Ketika helikopter militer menghadapi semakin besarnya ancaman serangan drone kecil, Airbus Helicopters dan perusahaan teknologi pertahanan Jerman Quantum Systems bertaruh bahwa jawabannya bisa datang dari pesawat itu sendiri. Perusahaan-perusahaan tersebut mengumumkan perjanjian kerja sama di ILA Berlin Air Show untuk mengeksplorasi melengkapi helikopter militer Airbus dengan pencegat anti-drone yang dikembangkan oleh Quantum Systems. Upaya ini akan dimulai dengan H145M, helikopter ringan multiperan yang sudah digunakan oleh beberapa angkatan bersenjata di seluruh dunia. Kemitraan ini belum melibatkan kontrak produksi atau jadwal penerapan. Sebaliknya, hal ini menandai langkah awal untuk menentukan apakah helikopter dapat membawa sistem khusus yang dirancang untuk mendeteksi dan mengalahkan drone musuh sebelum mereka mencapai target. Meningkatnya ancaman drone Medan perang telah berubah dengan cepat dalam beberapa tahun terakhir. Pesawat kecil tak berawak telah berevolusi dari alat pengintai menjadi senjata berbiaya rendah yang mampu mengancam pasukan, kendaraan, dan pesawat. Untuk helikopter, bahayanya sangat akut saat lepas landas, mendarat, dan operasi di ketinggian rendah. Fase penerbangan tersebut sering kali membuat kru memiliki lebih sedikit pilihan untuk menghindari ancaman yang datang. Drone komersial yang dimodifikasi untuk membawa bahan peledak dan sistem serangan yang dibuat khusus telah menunjukkan betapa rentannya platform tradisional di lingkungan yang diperebutkan. Ruang perlindungan diri helikopter yang ada sebagian besar dirancang untuk melawan rudal dan pesawat konvensional daripada kawanan drone kecil. Airbus dan Quantum Systems ingin menjembatani kesenjangan kemampuan tersebut.cStefan Thome, wakil presiden eksekutif program di Airbus Helicopters, mengatakan perusahaannya terus mencari kemampuan operasional baru yang memberikan nilai praktis bagi pelanggan militer. Dia menggambarkan perjanjian tersebut sebagai langkah penting menuju perluasan kemampuan helikopter militer di wilayah udara yang semakin kompleks. “H145M, dengan arsitektur sistem terbuka yang canggih dan potensi pertumbuhan yang luar biasa, berfungsi sebagai landasan ideal untuk inisiatif bersama ini,” kata Thome. Mengapa H145M? H145M sudah melakukan berbagai misi. Operator menggunakan helikopter bermesin ganda untuk dukungan operasi khusus, evakuasi medis, pengintaian, dan peran serangan ringan. Desain modularnya memungkinkan kru untuk menambahkan sensor, senjata, dan peralatan misi tanpa mendesain ulang secara ekstensif. Airbus berpendapat bahwa fleksibilitas menjadikannya kandidat alami untuk menguji teknologi anti-drone. Helikopter ini juga melayani beberapa anggota NATO dan pelanggan ekspor di berbagai wilayah, sehingga kemampuan masa depan memiliki relevansi yang lebih luas. Eksperimen pertahanan Eropa, Quantum Systems, membangun reputasinya melalui drone pengintai, khususnya platform sayap tetap Vector. Beberapa militer Eropa telah mengevaluasi sistem ini, dan pasukan Ukraina telah menggunakannya secara operasional. Teknologi Counter-UAS mewakili area fokus baru bagi perusahaan yang berbasis di Munich. Martin Karkour, chief revenue officer Quantum Systems, mengatakan kemitraan ini menyoroti bagaimana perusahaan pertahanan Eropa dapat menggabungkan keahlian khusus untuk mengatasi ancaman yang muncul. “Perkembangan saat ini menunjukkan bahwa sistem udara memerlukan jawaban terhadap ancaman drone,” kata Karkour. Airbus juga menggunakan ILA Berlin untuk memamerkan U145, versi keluarga H145 tanpa awak. Maket yang dipamerkan menampilkan kemampuan kontra-drone Sistem Quantum. Banyak pertanyaan yang masih belum terjawab. Perusahaan belum mengungkapkan rincian teknis, jadwal pengujian, atau rencana kualifikasi. Namun, inisiatif ini mencerminkan perubahan yang lebih luas dalam penerbangan militer. Ketika drone murah membentuk kembali peperangan modern, produsen pesawat semakin mencari cara untuk memastikan platform berawak dapat bertahan di langit yang penuh dengan ancaman yang tidak berawak.


Diterbitkan : 2026-06-10 23:59:00

sumber : interestingengineering.com