Pejabat kesehatan Gaza mengatakan 10 orang tewas dalam serangan Israel

Warga Palestina berduka atas orang yang mereka cintai di rumah sakit Nasser menyusul serangan Israel terhadap kantor polisi, di Khan Younis di selatan Jalur Gaza, pada 7 Juni 2026, | Kredit Foto: Reuters Dinas pertahanan sipil dan rumah sakit Gaza mengatakan serangan Israel menewaskan sedikitnya 10 orang pada Minggu (7 Juni 2026), dalam episode terbaru kekerasan yang terus berlanjut meskipun gencatan senjata telah berlangsung selama berbulan-bulan. Israel dan Hamas hampir setiap hari saling tudingan atas pelanggaran gencatan senjata dan Jalur Gaza masih dilanda pertumpahan darah karena kemajuan dalam mengakhiri perang secara permanen masih terhenti. Serangan terhadap kendaraan di dekat sekolah Al-Buraq di barat Kota Gaza menewaskan empat orang, kata pertahanan sipil badan tersebut, yang beroperasi sebagai layanan penyelamatan di bawah Hamas.Rumah sakit Al-Shifa Kota Gaza mengonfirmasi menerima empat jenazah tersebut.Seorang juru bicara militer mengatakan kepada AFP bahwa pasukan Israel telah menyerang “dua teroris Hamas” di barat Kota Gaza.Serangan udara Israel lainnya yang menargetkan kantor polisi di daerah Al-Noss di distrik Al-Mawasi di barat Khan Yunis menewaskan lima orang dan melukai 17 lainnya, lapor badan tersebut.Rumah Sakit Nasser Khan Yunis mengonfirmasi menerima lima jenazah dan merawat yang terluka, beberapa di antaranya di “kondisi kritis”.Direktorat kepolisian Gaza mengkonfirmasi bahwa pesawat tempur Israel menyerang kantor polisi di Khan Yunis. Militer Israel mengatakan mereka telah “menyerang pusat komando yang digunakan oleh sayap bersenjata Hamas” di daerah Al-Mawasi. Dalam insiden terpisah, pasukan angkatan laut Israel menembak mati seorang nelayan pada Minggu dini hari, kata Rumah Sakit Al-Aqsa di Deir el-Balah setelah menerima jenazahnya. Militer mengatakan pihaknya sedang menyelidiki penembakan di Deir el-Balah.Pertumpahan darah hari Minggu terjadi setelah hari Sabtu yang mematikan yang menewaskan sedikitnya 12 orang di seluruh Gaza, termasuk seorang pria yang oleh militer Israel diidentifikasi sebagai “komandan sel teroris” Hamas. Setidaknya 961 warga Palestina telah terbunuh sejak gencatan senjata mulai berlaku pada 10 Oktober tahun lalu, menurut kementerian kesehatan Gaza, yang beroperasi di bawah otoritas Hamas dan angka-angkanya dianggap dapat dipercaya oleh PBB. Tentara Israel telah melaporkan lima kematian di jajarannya selama periode yang sama. Pembatasan diberlakukan pada media Outlet media dan terbatasnya akses di Gaza menghalangi AFP untuk memverifikasi jumlah korban secara independen atau secara bebas meliput kekerasan di sana. Diterbitkan – 08 Juni 2026 05:14 IST


Diterbitkan : 2026-06-07 23:44:00

sumber : www.thehindu.com