Proyek yang didanai ESA bertujuan untuk melewati pita radio yang padat dengan menggunakan transmisi data berbasis cahaya
Ruang semakin ramai. Gelombang udara penuh. Namun dengan mengganti kabel yang padat dengan berkas cahaya yang bersih, jaringan orbital generasi berikutnya mungkin akan menjaga data kita tetap mengalir tanpa henti. Pilot Photonics, sebuah perusahaan teknologi Irlandia, telah memenangkan kontrak €1 juta dari Badan Antariksa Eropa (ESA). Sesuai pengumuman tanggal 4 Juni, pendanaan tersebut akan digunakan untuk meningkatkan perangkat microchip khusus mereka yang disebut Unit Generator Frekuensi Optik (OFGU) untuk digunakan dalam konstelasi satelit generasi berikutnya. OFGU menyediakan pembangkitan sinyal yang sangat stabil untuk meningkatkan sistem frekuensi radio saat ini dan arsitektur satelit berbasis cahaya generasi berikutnya. Peningkatan ini akan membuat perangkat ini cukup tangguh untuk bertahan di lingkungan luar angkasa yang keras. Tujuannya adalah untuk melengkapi konstelasi satelit modern dengan pita frekuensi yang lebih luas dan muatan yang dapat dikonfigurasi ulang, sekaligus mengurangi ukuran, berat, daya, dan biaya perangkat keras (SWaP-C). “Proyek ini akan mempercepat kesiapan OFGU untuk luar angkasa, yang berpuncak pada validasi lingkungan luar angkasa dan setelah itu demonstrasi awal di orbit dapat dimulai,” kata Dr. Amol Delmade, Pemimpin Produk OFGU di Pilot Photonics. Mengatasi kemacetan RF Sistem satelit saat ini mengandalkan unit pembangkit frekuensi elektronik (FGU) untuk membagi dan mengelola sinyal radio. Ini berfungsi dengan baik ketika ruang kosong dan data sedikit. Ini gagal untuk aplikasi yang membutuhkan banyak data ketika jutaan orang menginginkan streaming langsung definisi tinggi secara bersamaan, terutama ketika AR/VR mendorong infrastruktur ini hingga batasnya. Pada saat yang sama, bertambahnya jumlah satelit di orbit telah membuat pita radio konvensional menjadi sangat padat. Oleh karena itu, masa depan konektivitas global menghadapi kekurangan ruang yang parah. Untuk memperbaikinya, badan antariksa sepenuhnya beralih dari elektronik standar dan beralih ke fisika cahaya. Jaringan satelit yang akan datang kemungkinan besar akan bergantung pada perangkat keras optik kompak, yang pada dasarnya merupakan teknologi kaca khusus yang mentransmisikan data menggunakan cahaya dibandingkan gelombang radio yang padat. Pilot Photonics mengatasi keterbatasan elektronik frekuensi radio standar dengan mengalihkan segalanya ke domain optik. Chip canggih ini memproses foton, bukan elektron, dan menyalurkan cahaya melalui sirkuit fotonik terintegrasi, bukan listrik melalui tembaga. Hasilnya adalah modul kompak dan sangat terintegrasi yang mampu menyalurkan frekuensi dari 8GHz hingga 220GHz dari satu sumber. Hal ini dilakukan dengan kebisingan minimal dan efisiensi daya ekstrem. Mengurangi beban fisik Di era konstelasi satelit besar yang mengorbit rendah Bumi, pengurangan Ukuran, Berat, Daya, dan Biaya (SWaP-C) sangat penting untuk produksi massal dan peluncuran yang ekonomis. Modul optik terintegrasi yang sangat ringkas dari Pilot Photonics secara langsung menjawab kebutuhan ini dengan menurunkan beban fisik pada sistem onboard. Teknologi ini secara langsung meningkatkan skalabilitas finansial dan operasional jaringan orbital modern dengan mengecilkan perangkat keras. Perangkat ini berfungsi dalam dua pengaturan utama untuk meningkatkan infrastruktur ruang angkasa saat ini dan masa depan. Pada konfigurasi pertamanya, ia berfungsi sebagai sumber sinyal yang sangat stabil untuk muatan satelit standar, stasiun bumi, dan transponder feeder-link. Dalam konfigurasi keduanya, satelit ini menyalurkan sinyal optik langsung melalui pesawat ruang angkasa untuk meningkatkan kinerja dan fleksibilitas desain satelit berbasis cahaya yang mutakhir. Teknologi ini tidak sepenuhnya baru; ini dibangun berdasarkan landasan bertahun-tahun yang didanai oleh inisiatif UE seperti PICOMB dan PhotonHub Europe, menggunakan desain wafer khusus yang dibuat dalam kemitraan dengan Fraunhofer HHI Jerman. Namun kontrak ESA menandai lompatan maju yang besar. Setelah perangkat keras tersebut lolos validasi lingkungan luar angkasa yang ekstrim, tim berencana untuk meluncurkan demonstrasi awal langsung ke orbit.
Diterbitkan : 2026-06-05 10:52:00
sumber : interestingengineering.com



