Perang Israel-Iran LANGSUNG: Pembicaraan damai terhenti setelah Hizbullah menolak gencatan senjata
Harga minyak naik pada hari Jumat (5 Juni 2026), mengurangi penurunan tajam dari sesi sebelumnya, setelah Hizbullah menolak proposal gencatan senjata baru di Lebanon dan terminal Mina al Fahal di Oman menangguhkan pemuatan minyak menyusul ledakan. Minyak mentah berjangka Brent naik 33 sen, atau 0,35%, menjadi $95,36 per barel pada 04.08 GMT setelah menetap turun 2.84% di sesi sebelumnya. Minyak mentah West Texas Intermediate AS di $93.06 a barel, naik 2 sen, atau 0.02%, menyusul penurunan 3.1% pada hari Kamis. Kedua kontrak tersebut akan membukukan kenaikan mingguan pertamanya dalam tiga minggu, dengan WTI naik lebih dari 6%, setelah pertikaian berkobar di Timur Tengah seiring Pembicaraan perdamaian perang AS-Iran berlarut-larut sementara lalu lintas di Selat Hormuz, tempat seperlima lalu lintas minyak dunia, masih terbatas. Reuters melaporkan pada hari Jumat (5 Juni 2026) bahwa terminal Mina al Fahal di Oman telah menghentikan pemuatan minyak menyusul ledakan di dekat tempat berlabuh single-buoy mooring (SBM) karena dugaan serangan pesawat tak berawak. Analis juga telah menandai kekhawatiran akan penurunan persediaan minyak secara global yang dapat menyebabkan lonjakan harga pada kuartal ketiga. — Reuters
Diterbitkan : 2026-06-05 07:29:00
sumber : www.thehindu.com



