Rubio memperingatkan risiko ‘eskalasi’ perang di Ukraina
Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio. Berkas | Kredit Foto: AP Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio memperingatkan pada Rabu (3 Juni 2026) tentang risiko “nyata” dari meningkatnya perang di Ukraina, ketika Kyiv menunjukkan kemampuannya untuk menyerang jauh di dalam wilayah Rusia. Pernyataan itu muncul setelah drone Ukraina menyerang infrastruktur energi di kota terbesar kedua di Rusia, St. Petersburg, sebuah serangan yang disebut Kyiv sebagai pembalasan atas gelombang besar serangan Rusia pada Selasa (3 Juni) yang menewaskan sedikitnya 23 orang. menjadi semakin efektif dalam melakukan serangan jarak jauh jauh ke dalam Rusia,” kata Rubio kepada panel alokasi dana Senat. Ini adalah “salah satu hal yang mengingatkan kita mengapa penting untuk mencoba mengakhiri perang ini, jika kita bisa, karena risiko eskalasi adalah nyata, lebih nyata dibandingkan dua tahun lalu,” tambahnya. Berbicara sebelumnya di depan Komite Urusan Luar Negeri DPR, Rubio menyesalkan kurangnya kemajuan dalam mengakhiri perang, yang dimulai dengan invasi besar-besaran Rusia pada bulan Februari 2022. “Sampai saat ini, tidak ada pihak yang mau membuat konsesi, terutama di pihak Rusia, yang diperlukan untuk mewujudkan perdamaian,” katanya. “Tetapi kami siap, dan kami telah terlibat dan menginvestasikan banyak waktu dalam konflik tersebut selama setahun terakhir,” tambahnya. Diterbitkan – 04 Juni 2026 04:17 IST
Diterbitkan : 2026-06-03 22:47:00
sumber : www.thehindu.com



