Hilang di Luar Angkasa: NASA menyatakan pesawat ruang angkasa MAVEN Mars tidak dapat ditemukan kembali setelah 11 tahun
NASA secara resmi telah mengakhiri misi MAVEN setelah kehilangan kontak dengan pesawat ruang angkasa di sekitar Mars akhir tahun lalu. Keputusan ini menutup babak besar dalam upaya jangka panjang badan tersebut untuk memahami bagaimana Planet Merah kehilangan sebagian besar atmosfernya. Badan antariksa tersebut mengatakan dewan peninjau menetapkan bahwa pesawat ruang angkasa tersebut tidak dapat lagi pulih dari anomali yang terjadi pada bulan Desember. MAVEN, kependekan dari Mars Atmospheric and Volatile Evolution, terakhir berkomunikasi dengan Bumi pada 6 Desember setelah lewat di belakang Mars. Misi tersebut menghabiskan lebih dari 11 tahun mengorbit Mars dan mempelajari atmosfer bagian atasnya. MAVEN juga terus beroperasi selama hampir satu dekade setelah misi sains satu tahun yang direncanakan. Sebelum komunikasi terhenti, telemetri menunjukkan pesawat ruang angkasa beroperasi normal. NASA memperkirakan MAVEN akan muncul kembali setelah bergerak di belakang Mars, tetapi pengendali darat tidak pernah menerima sinyal lain dari pesawat ruang angkasa tersebut. Para insinyur kemudian menganalisis data radio yang direkam oleh Deep Space Network milik NASA dan menemukan tanda-tanda masalah serius. Data menunjukkan bahwa MAVEN memasuki mode aman dan mulai berputar dengan kecepatan luar biasa tinggi setelah muncul dari belakang Mars. NASA mengatakan putaran cepat tersebut kemungkinan besar mengganggu orbit pesawat ruang angkasa dan menguras baterainya. Ketika tingkat baterai turun terlalu rendah, sistem komunikasi kehilangan daya, sehingga pesawat ruang angkasa tidak dapat menghubungi Bumi lagi. Badan tersebut membentuk dewan peninjau anomali pada bulan Februari untuk mengevaluasi opsi pemulihan dan menentukan kondisi pesawat ruang angkasa. Setelah melakukan analisis selama berbulan-bulan, dewan tersebut menyimpulkan bahwa MAVEN tidak dapat lagi melakukan observasi sains atau mendukung operasi relai di sekitar Mars. Penyelidik masih belum mengidentifikasi akar penyebab di balik anomali tersebut. NASA memperkirakan dewan peninjau akan merilis laporan akhir akhir tahun ini. Dekade Penemuan NASA meluncurkan MAVEN pada November 2013 sebagai misi pertama yang sepenuhnya berfokus pada mempelajari atmosfer Mars dan evolusinya. Para ilmuwan menggunakan pesawat ruang angkasa untuk menyelidiki bagaimana aktivitas matahari menghilangkan partikel atmosfer dari planet ini selama miliaran tahun. Misi ini membantu para peneliti lebih memahami bagaimana Mars bertransformasi dari dunia yang lebih basah dan berpotensi layak huni menjadi planet yang dingin dan kering seperti yang kita lihat saat ini. MAVEN juga memberikan wawasan baru mengenai sejarah iklim planet ini dan nasib air purbakala. Louise Prockter, direktur Divisi Ilmu Planet NASA, mengatakan temuan pesawat ruang angkasa ini akan terus mendukung upaya eksplorasi di masa depan. Dia mengatakan data MAVEN memainkan peran penting dalam membantu para ilmuwan memahami kondisi radiasi yang mungkin dihadapi astronot dalam misi berawak ke Mars di masa depan. NASA juga berencana untuk mengarsipkan seluruh data misi sehingga para peneliti dapat terus menggunakan informasi tersebut untuk penelitian masa depan dan pekerjaan ilmu planet. Mendukung eksplorasi Mars Seiring dengan misi ilmiahnya, MAVEN memainkan peran pendukung penting bagi pesawat ruang angkasa lain yang beroperasi di Mars. Pengorbit membantu menyampaikan informasi dari penjelajah Curiosity dan Perseverance NASA kembali ke Bumi selama operasi permukaan. Dukungan relai tersebut memungkinkan para ilmuwan menerima data penjelajah dalam jumlah lebih besar dan memperkuat hubungan komunikasi di berbagai misi Mars. MAVEN juga berkontribusi dalam pengamatan cuaca Mars dan bahkan mempelajari komet antarbintang yang langka selama misi jangka panjangnya. Shannon Curry, peneliti utama MAVEN di Universitas Colorado Boulder, mengatakan misi tersebut menghasilkan dampak ilmiah yang bertahan lama. Dia mengatakan pesawat ruang angkasa tersebut secara signifikan meningkatkan pemahaman para ilmuwan tentang atmosfer Mars dan evolusi planet. Meskipun misi MAVEN secara resmi telah berakhir, NASA yakin warisan ilmiah pesawat ruang angkasa ini akan terus memengaruhi penelitian Mars dan perencanaan eksplorasi di masa depan selama beberapa dekade.
Diterbitkan : 2026-06-03 19:29:00
sumber : interestingengineering.com



