7 robot yang terinspirasi dari hewan memecahkan tantangan teknik dunia nyata

Alam telah menghabiskan jutaan tahun untuk menyempurnakan pergerakan, efisiensi, dan kelangsungan hidup. Para insinyur kini meminjam pelajaran evolusi tersebut untuk membuat robot yang mampu mengatasi beberapa tantangan terberat umat manusia. Mulai dari memeriksa lokasi industri berbahaya hingga menjelajahi kedalaman lautan, robot yang terinspirasi dari hewan membuktikan bahwa biologi dapat menjadi salah satu guru teknik terhebat. Mesin-mesin ini tidak hanya menyerupai binatang—mereka juga meniru gerakan, perilaku, dan kemampuan unik mereka untuk memecahkan masalah di dunia nyata. Berikut tujuh robot luar biasa yang terinspirasi oleh hewan yang telah membuat perbedaan. 1. Spot: Robot anjing Kredit: Wikimedia Commons Terinspirasi oleh kelincahan dan keseimbangan anjing, Spot telah menjadi salah satu robot yang paling dikenal di dunia. Dikembangkan oleh Boston Dynamics, mesin berkaki empat ini dapat menavigasi tangga, medan tidak rata, dan ruang terbatas dengan mudah. Berbeda dengan manusia, Spot dapat dengan aman memasuki lingkungan berbahaya, seperti lokasi konstruksi, pembangkit listrik, dan fasilitas industri, untuk mengumpulkan data dan melakukan inspeksi. Dengan mengambil alih tugas pemantauan berbahaya, Spot membantu mengurangi risiko di tempat kerja sekaligus memberikan informasi berharga secara real-time kepada operator. 2. Robot ular Kredit: Wikimedia Commons Ketika bangunan runtuh setelah gempa bumi atau ledakan, menjangkau korban yang terjebak bisa menjadi sangat sulit. Di sinilah peran robot yang terinspirasi ular. Dirancang dengan tubuh yang fleksibel dan tersegmentasi, mesin ini dapat meluncur melalui celah sempit dan puing-puing yang tidak mungkin diakses oleh robot konvensional. Para peneliti dan petugas tanggap darurat telah menguji robot ular untuk misi tanggap bencana, dimana kemampuan mereka untuk menavigasi lingkungan yang kompleks dapat membantu menemukan korban dengan lebih cepat dan aman. 3. Robot Gecko Kredit: Wikimedia Commons Tokek memiliki salah satu kemampuan alam yang paling mengesankan: memanjat permukaan vertikal yang halus tanpa terpeleset. Para insinyur telah meniru bakat ini dengan menggunakan bahan perekat khusus yang terinspirasi oleh struktur mikroskopis yang ditemukan pada kaki tokek. Hasilnya adalah robot pemanjat dinding generasi baru yang mampu memanjat bangunan, jembatan, dan infrastruktur lainnya. Robot-robot ini dapat meningkatkan operasi inspeksi dan pemeliharaan secara signifikan dengan menjangkau area yang sulit, berbahaya, atau mahal untuk diakses manusia. 4. Robot ular laut Kredit: Eelume Memelihara infrastruktur bawah air seperti anjungan minyak dan jaringan pipa bawah laut membutuhkan biaya yang mahal dan juga berisiko. Robot Eelume mengatasi tantangan ini dengan meniru gerakan fleksibel belut dan ular laut. Bodinya yang panjang dan dapat diartikulasikan memungkinkannya bermanuver melalui lingkungan bawah air yang kompleks yang akan menantang kendaraan tradisional yang dioperasikan dari jarak jauh. Karena dapat tetap ditempatkan di bawah air untuk waktu yang lama, Eelume berpotensi mengurangi biaya pemeliharaan sekaligus meningkatkan keselamatan operasi lepas pantai. 5. Ikan robotik Kredit: Universitat Jaume I Para peneliti di Pusat Penelitian Robotika dan Teknologi Bawah Air (CIRTESU) di Universitat Jaume I telah mengembangkan robot ikan yang dirancang untuk membantu memelihara fasilitas budidaya perikanan. Baru-baru ini diuji di PortCastelló, robot biomimetik ini meniru gerakan berenang ikan asli menggunakan sirip yang dirancang khusus, menjadikannya lebih stabil dan hemat energi di bawah air dibandingkan robot konvensional yang digerakkan oleh baling-baling. Dilengkapi dengan sistem inspeksi sonar dan visual, alat ini dapat memeriksa kerusakan jaring budidaya ikan, penumpukan alga, dan keausan saat membawa sensor untuk mengumpulkan data bawah air. 6. Robot belalai gajah Kredit: EPFL Para peneliti di laboratorium CREATE EPFL mengembangkan lengan robot lembut yang terinspirasi oleh ketangkasan belalai gajah dan tentakel gurita. Terobosan ini bergantung pada struktur baru yang disebut “trimmed helicoid,” yang dibuat dengan memodifikasi spiral seperti pegas untuk mencapai tingkat kekakuan dan fleksibilitas yang berbeda. Desainnya memungkinkan robot untuk menekuk, memutar, dan beradaptasi dengan objek halus namun tetap aman untuk interaksi manusia. Dengan menggunakan pemodelan komputasi tingkat lanjut, tim mengoptimalkan geometri lengan sebelum membangun prototipe fisik. 7. Kredit RoboBee: Wikimedia Commons Lebah memainkan peran penting dalam produksi pangan global, namun populasi penyerbuk terus menghadapi tantangan yang signifikan. Untuk mengeksplorasi solusi baru, para peneliti menciptakan RoboBee, robot terbang kecil yang terinspirasi oleh penyerbuk. Meskipun sebagian besar masih bersifat eksperimental, RoboBee menunjukkan bagaimana sistem robot mini suatu hari nanti dapat membantu penyerbukan tanaman, pemantauan lingkungan, dan misi pencarian di ruang terbatas. Perkembangannya juga mendorong batas-batas mikro-robotika, membuka kemungkinan-kemungkinan baru bagi teknologi masa depan. Robot yang terinspirasi dari hewan menunjukkan bahwa beberapa solusi teknik terbaik sudah ada di alam. Dengan mempelajari cara anjing menavigasi medan yang berat, tokek memanjat tembok, dan ikan bergerak di air, para peneliti menciptakan mesin yang mampu memecahkan masalah yang sulit diatasi oleh robot tradisional.


Diterbitkan : 2026-06-01 15:09:00

sumber : interestingengineering.com