Para pekerja rumah sakit Allina melakukan mogok kerja selama satu hari sementara tawar-menawar terus berlanjut


Lusinan perawat rumah sakit di Allina Health melakukan pemogokan pada hari Senin, karena mereka mendorong kontrak dan kenaikan gaji. Kelompok yang terdiri dari 65 perawat rumah sakit bekerja di rumah dan fasilitas perawatan di sekitar wilayah metro Twin Cities. Mereka bergabung pada musim semi tahun 2025 dengan SEIU Healthcare Minnesota dan Iowa, dan telah bernegosiasi untuk mendapatkan kontrak pertama mereka selama hampir satu tahun. Perawat mengatakan butuh waktu terlalu lama untuk mencapai kesepakatan kontrak. Mereka juga meminta Allina untuk memberi mereka kenaikan gaji selama proses tawar-menawar. Susie Smerz – seorang perawat rumah sakit dan anggota tim perundingan serikat pekerja – membantu memimpin barisan piket di luar Rumah Sakit Abbott Northwestern di selatan Minneapolis. Dia mengatakan dia mencintai pekerjaannya, namun kondisi kerjanya penuh tekanan. “Kami tidak tertarik bekerja secara cuma-cuma, kami tidak tertarik untuk kelelahan, kami tidak tertarik menjadi korban,” kata Smerz. “Hal ini menuntut kami untuk memberikan banyak hal dari diri kami sendiri. Kami berhak mendapatkan perhatian dari manajemen dan berusaha bekerja sama dengan kami.” Pekerja rumah sakit Allina di antrean piket di luar Rumah Sakit Abbott Northwestern di Minneapolis pada Senin, 6 Juli 2026.Estelle Timar-Wilcox | Berita MPRBerbeda dengan perawat yang bekerja di RS Allina, katanya, perawat hospice tidak mendapat upah lembur atau hari libur. Smerz mengatakan perawat rumah sakit terkadang harus bekerja 18 jam sehari, dengan tugas mengirim mereka ke seluruh wilayah metro untuk menemui pasien. Untuk hari-hari yang panjang itu mereka menerima gaji yang sama dengan yang mereka dapatkan jika bekerja dengan jam kerja yang lebih ringan. “Saya ingin melakukan hospice sampai saya membutuhkan hospice,” kata Smerz. “Kami semakin kesulitan untuk melakukan hal tersebut karena kami memiliki lingkungan kerja yang tidak kondusif untuk hal tersebut.” Smerz mengatakan masalah-masalah tersebut telah menyebabkan pergantian karyawan. Dia melihat perawat meninggalkan program rumah sakit Allina dan pindah ke lembaga lain. Juru bicara Allina Health mengatakan mereka kecewa karena serikat pekerja memilih untuk mogok. “Kami tahu meja perundingan adalah tempat terbaik untuk mencapai kesepakatan,” kata organisasi itu dalam sebuah pernyataan. Juru bicara tersebut juga mengatakan Allina berencana melanjutkan perawatan pasien pada hari Senin selama pemogokan. Perawat berencana untuk kembali bekerja pada hari Selasa setelah pemogokan satu hari.


Diterbitkan : 2026-07-06 19:45:00

sumber : www.mprnews.org