Pensiunan kepala sekolah, pasangan pustakawan mengubah seluruh lantai rumah mereka menjadi perpustakaan

Kecintaan mendalam Ashok Kumar dan K. Suneetha terhadap membaca, belajar, dan sastra mendorong mereka untuk mengubah seluruh lantai pertama kediaman mereka di Parvatamukhi di Subrahmanya menjadi perpustakaan, yang menampung koleksi lebih dari 12.000 buku, selain kliping koran, koin, dan perangko, dan masih banyak lagi. Sementara Bapak Kumar pensiun sebagai kepala Pusat Pelatihan Tingkat Menengah Departemen Perkembangan Perempuan dan Anak di Ujire, Ibu Suneetha pensiun sebagai pustakawan Perguruan Tinggi Kukke Sri Subrahmanyeshwara, Subrahmanya.Setelah mengembangkan selera membaca dan mengoleksi buku sejak masa sekolahnya, Pak Kumar memperluas minatnya di berbagai bidang, termasuk cerita, novel, pengetahuan umum, sastra, sejarah, agama, politik, sains, dan olahraga. Kebiasaannya melestarikan buku-buku yang dibacanya mendorong terciptanya perpustakaan.Mr. Kumar mengatakan ada lebih dari 12.000 buku di rak perpustakaan. Karya-karya dalam berbagai bahasa, termasuk Kannada dan Inggris, dikumpulkan dengan cermat di sana. Buku-buku tentang berbagai subjek, mulai dari literatur hingga penelitian, juga merupakan bagian dari koleksi. Dari 14 kitab suci agama besar di dunia, koleksinya mencakup tujuh, ujarnya. Ashok Kumar Moolemajalu, yang telah mengubah seluruh lantai pertama kediamannya di Parvatamukhi di Kukke Subrahmanya menjadi perpustakaan, berpose dengan sebagian koleksinya. | Kredit Foto: PENGATURAN KHUSUS Koleksi lainnya Selain buku, Bapak Kumar dan Ibu Suneetha juga telah mengumpulkan artikel-artikel penting, analisis politik, artikel olahraga, dan laporan khusus yang diterbitkan di surat kabar selama bertahun-tahun. Mereka membaca tujuh hingga 13 surat kabar setiap hari. Ada juga koleksi koin dan uang kertas. Diantaranya koin-koin dari berbagai periode, mulai dari 1 paise, 43 jenis koin satu rupee, dan koin perak era Inggris. Selain buku, koin, dan perangko, pasangan ini juga telah mengumpulkan lebih dari 600 pena dari berbagai merek, 560 kaset audio, dan lebih dari 600 CD. Ada juga koleksi beberapa alat musik tua dan langka.Mr. Kumar mengatakan putri mereka Sahana dan putranya Shreyas selalu mendukung pengumpulan dan pemeliharaan koleksi tersebut. Ia berkata: “Buku adalah bagian integral dalam hidup saya. Membaca bukan sekedar mengumpulkan informasi tetapi juga memperluas pemikiran. Buku yang baik memiliki kekuatan untuk mengubah cara pandang kita terhadap kehidupan. Oleh karena itu, kebiasaan membaca tidak boleh ditinggalkan.” Diterbitkan – 02 Juli 2026 19:50 IST


Diterbitkan : 2026-07-03 04:38:00

sumber : www.thehindu.com