Post-mortem dilakukan terhadap jenazah pemuda yang ditemukan tewas di Mayiladuthurai

Sehari setelah seorang pemuda berusia 19 tahun dan seorang gadis berusia 17 tahun dari kasta berbeda ditemukan tewas di sebuah gudang jerami di Sathangudi di distrik Mayiladuthurai, pemeriksaan mayat dilakukan terhadap tubuh pemuda tersebut pada hari Rabu. Para pejabat mengatakan orang tua pemuda tersebut menyetujui pemeriksaan mayat setelah polisi dan pejabat pendapatan mengadakan pembicaraan dengan mereka di kantor taluk Tharangambadi. Perwakilan VCK dan CPI(M), Pejabat Divisi Pendapatan Sirkali, dan Wakil Inspektur Polisi, Mayiladuthurai dan Sirkazhi hadir. Inspektur Polisi (yang bertanggung jawab), Mayiladuthurai, G. Stalin, kemudian bergabung dalam pertemuan tersebut. Dalam pertemuan tersebut, para orang tua dari pemuda tersebut, yang berasal dari Kasta Terdaftar, menginginkan agar otopsi dilakukan oleh tim dokter dan direkam dalam video. Selain mencatat kasus pembunuhan, mereka meminta salinan laporan awal otopsi, patta lokasi rumah gratis, dan pekerjaan pemerintah untuk anggota keluarga, menurut polisi dan pejabat pendapatan. Para pejabat menjelaskan kepada mereka bahwa kasus tersebut dapat diubah hanya setelah mendapatkan laporan otopsi. Sumber kepolisian mengatakan otopsi dilakukan di Rumah Sakit Perguruan Tinggi Kedokteran Pemerintah Tiruvarur, setelah itu jenazah diserahkan kepada keluarga. Ayah gadis tersebut ditangkapPolisi Poraiyar pada hari Selasa menangkap ayah gadis itu dan empat orang lainnya berdasarkan UU SC/ST, atas pengaduan yang disukai oleh pemuda tersebut pada hari Senin, sehari sebelum dia ditemukan tewas. Dalam pengaduannya, pemuda tersebut menuduh bahwa dia dianiaya dan diserang oleh ayah gadis tersebut dan beberapa orang lainnya. Lakshmikanthan dikembalikan dan ditahan di Penjara Pusat Cuddalore. Polisi Poraiyar sudah menangkap empat orang pada Senin malam terkait kasus ini. Diterbitkan – 02 Juli 2026 12:48 IST


Diterbitkan : 2026-07-01 19:18:00

sumber : www.thehindu.com