TMMK memprotes keputusan Pengadilan Tinggi yang melarang kuota bagi mereka yang masuk Islam
Orang-orang memprotes putusan Pengadilan Tinggi di Chennai pada hari Selasa. | Kredit Foto: B. JOTHI RAMALINGAM Presiden Muslim Tamil Nadu Munnetra Kazhagam (TMMK) MH Jawahirullah, bersama dengan kader partai, mengorganisir protes terhadap perintah Majelis Madurai Pengadilan Tinggi Madras baru-baru ini, yang membatalkan Perintah Pemerintah (GO) Tamil Nadu tahun 2024 yang mengizinkan OBC, yang telah masuk Islam, untuk memanfaatkan reservasi bagi Muslim Kelas Terbelakang (BCM) dalam pekerjaan pemerintah dan penerimaan pendidikan tinggi.Mr. Jawahirullah mengimbau pemerintah negara bagian dan Ketua Menteri C. Joseph Vijay untuk mengambil langkah hukum untuk membatalkan putusan pengadilan. “Pemerintah DMK (sebelumnya) telah memperluas reservasi bagi orang-orang dari Kelas Terbelakang yang masuk Islam. Ini telah dibatalkan. Kami memprotes perintah ini,” katanya. Jawahirullah mengatakan, kasus yang berujung pada putusan tersebut adalah tentang seseorang yang berasal dari Thoothukudi, yang meminta sertifikat komunitas BCM, namun ditolak. “Dalam kasus ini, pengadilan seharusnya mengarahkan Tahsildar untuk menerbitkan sertifikat atau menyatakan bahwa perintah tersebut tidak dapat diberikan. Sebaliknya, Hakim GR Swaminathan merujuk pada kasus tahun 1951, ketika ada sejumlah kasus sementara, yang menegaskan kembali bahwa Muslim yang berpindah agama dapat diidentifikasi sebagai BCM,” katanya. Diterbitkan – 30 Juni 2026 23:21 IST
Diterbitkan : 2026-06-30 17:51:00
sumber : www.thehindu.com


