FIFA, siapa? Kaus paling keren Piala Dunia berasal dari desainer indie

Di lapangan sepak bola, atlet yang mengenakan perlengkapan resmi seperti Nike dan Adidas mungkin sudah menjadi hal yang biasa. Namun di sela-selanya, ada barang dagangan bajakan yang dibuat oleh desainer independen yang mendandani penggemarnya dengan penuh gaya selama Piala Dunia. Mendesain seragam resmi untuk Piala Dunia disertai dengan banyak peraturan dan regulasi yang menguraikan betapa kreatifnya sebuah desain. Misalnya, seragam resmi tidak boleh tanpa lengan, merek dan logo memiliki batasan ukuran dan penempatan, dan satu-satunya seragam yang dapat menyimpang dari warna resmi tim adalah seragam kiper. Namun semua itu tidak penting bagi sebagian penggemar berat sepak bola. Ambil contoh fans Meksiko. Meskipun seragam tim Adidas resmi mereka—yang menampilkan versi hijau, putih, dan hitam dengan desain Aztec—umumnya mendapat tanggapan positif, banyak yang mendukung desainer lokal yang memikirkan kembali seperti apa seragam sepak bola tanpa batasan sebagai mitra resmi FIFA, penyelenggara turnamen.(Foto: Atlética)Dalam rangka merayakan Meksiko sebagai tuan rumah Piala Dunia FIFA 2026, perusahaan pakaian olahraga Atlética yang berbasis di Guadalajara merilis tiga kaus olahraga. Dua desain pertama sangat mirip dengan desain tradisional, mengambil inspirasi dari cerita rakyat Meksiko. Jersey merah marun menampilkan motif ular yang terinspirasi oleh Quetzalcoatl—ular berbulu dewa Mesoamerika—sementara versi hijau memiliki motif untuk menghormati tonalli, simbol jiwa suku Aztec. Namun yang paling populer menonjol karena pilihan warnanya yang berani: merah muda cerah. Pada bagian tengahnya, jersey ini menampilkan gambar Perawan Guadalupe, simbol kepercayaan nasional di Meksiko.(Foto: Atlética)Dan masih banyak lagi merek yang mengikuti. Mexico Is The Shit—merek fesyen yang didirikan pada tahun 2016 sebagai respons terhadap retorika anti-Meksiko Donald Trump—telah merilis jersey Meksiko yang terinspirasi gaya retro. Algoritmo Studios meluncurkan jersey lengan panjang berbahan satin yang dikenakan Joe Jonas saat mengunjungi Mexico City awal musim panas ini. Dan ada pula yang menerapkannya lebih dari sekadar jersey—merek fesyen Meksiko Fábrica de Punto dan Orden mengubah jersey menjadi sweater dan jaket. (Foto: Algoritmo Studios)Tren membawa sepak bola ke gaya jalanan (dan bahkan high street) bukanlah hal baru di Meksiko. Kementerian Pemuda Liberal desainer kelahiran Guadalajara Antonio Zaragoza bekerja sama dengan tim lokal, Chivas, berkolaborasi dalam sebuah lini yang menampilkan versi perlengkapan tim yang dirancang ulang dan membawa koleksi tersebut ke catwalk Paris Fashion Week.
Diterbitkan : 2026-06-29 19:35:00
sumber : www.fastcompany.com



