Ledakan di Monaco melukai 3 orang, termasuk taipan Ukraina
FILE – Sebuah mobil mewah melaju di sepanjang Pelabuhan Monaco, 19 November 2020. Daniel Cole/AP hide caption toggle caption Daniel Cole/AP PARIS — Sebuah ledakan dari alat peledak telah melukai tiga orang di sebuah bangunan tempat tinggal di Monaco, dan penyerang melarikan diri ke Prancis, kata otoritas setempat. Media Prancis dan Ukraina melaporkan bahwa seorang raja Ukraina dan keluarganya termasuk yang terluka. Serangan yang tidak biasa pada Senin malam itu mengejutkan kerajaan elit di Pantai Mediterania. Pemimpin Monaco Pangeran Albert II menyebutnya sebagai “tindakan menjijikkan” dan mengatakan semua pasukan negara dikerahkan untuk menjamin keamanan. Pihak berwenang Perancis dan Monaco sedang mencari penyerang, yang motifnya sedang diselidiki, kata pejabat paling senior pemerintah Monaco, Menteri Negara Christophe Mirmand, kepada wartawan. Ledakan itu terjadi sekitar jam 9 malam di pintu masuk sebuah kediaman dekat perbatasan Perancis, melukai dua orang dewasa dan seorang anak yang dibawa ke rumah sakit di Perancis, katanya. Tersangka melintasi perbatasan ke Prancis dengan berjalan kaki, dan diidentifikasi melalui pengawasan video di Monaco dan kota Beausoleil di Prancis, kata Mirmand. Seorang pejabat kepolisian nasional Prancis mengatakan polisi Prancis sedang mencari tersangka dan mendukung penyelidikan, namun tidak menjelaskan lebih lanjut. Stasiun penyiaran Prancis BFM dan situs berita Ukraina Ukrainska Pravda mengidentifikasi salah satu korban cedera adalah taipan konstruksi Ukraina Vadym Iermolaiev. Ukrainska Pravda mengatakan dia menjadi sasaran sanksi Ukraina pada tahun 2023 karena hubungannya dengan Rusia.
Diterbitkan : 2026-06-30 05:35:00
sumber : www.npr.org



