Tiruchi Corporation meningkatkan upaya ramah lingkungan dengan hutan Miyawaki

Berbagai spesies pohon asli, termasuk asam jawa dan pungai, akan ditanam di hutan Miyawaki yang diusulkan di Tiruchi. Mengajukan. | Kredit Foto: The Hindu The Hindu The Tiruchi City Corporation telah mengambil langkah-langkah untuk meningkatkan hutan Miyawaki di seluruh kota sebagai bagian dari upayanya untuk meningkatkan tutupan lahan hijau dan mengurangi dampak kenaikan suhu. Dalam anggaran tahun 2026-27, badan sipil telah mengalokasikan ₹15 crore dari Dana Umum untuk inisiatif ini, mengalokasikan ₹1,50 crore untuk setiap hutan Miyawaki. Korporasi saat ini mengelola sekitar 310 taman umum, 108 taman bermain, dan 39 pusat kebugaran terbuka di lima zonanya. Selama beberapa tahun terakhir, pemerintah telah mengambil langkah-langkah untuk meningkatkan ruang hijau dan memperkuat infrastruktur lingkungan kota. Sebagai bagian dari upaya ini, sebuah survei dilakukan untuk menilai kondisi taman umum dan mengidentifikasi taman-taman yang memerlukan perbaikan dan pemeliharaan segera. Berdasarkan temuan tersebut, pekerjaan restorasi dilakukan di beberapa taman, termasuk taman RS Puram dengan biaya ₹3,45 lakh dan taman Beski Nagar dengan biaya ₹7,10 lakh. Mengikuti pernyataan berulang kali dari warga, Perusahaan merestorasi taman di Anandha Avenue di Bangsal 18, yang masih terbengkalai karena ditumbuhi rumput liar. Setelah membersihkan lokasi tersebut, badan sipil mengambil langkah untuk membangun hutan Miyawaki di sana dengan perkiraan biaya ₹15,80 lakh. Sebuah lembaga yang berbasis di kota telah dipercaya untuk melaksanakan proyek ini. Para pejabat mengatakan taman umum yang sesuai dengan lahan yang cukup akan diidentifikasi untuk mengembangkan hutan Miyawaki. Sepuluh lokasi telah diusulkan di lima zona, dengan dua taman akan dipilih di setiap zona. “Jumlah pohon muda yang akan ditanam akan bergantung pada luas lahan yang tersedia di setiap lokasi. Kami berencana menanam sekitar 10.000 pohon muda di setiap hutan Miyawaki,” kata seorang pejabat. Berbagai spesies pohon asli, termasuk asam jawa, pungai, vembu, nimba, magizham, jati, iluppai, mahoni, dan beberapa spesies penghasil buah direncanakan. Para pekerja akan dilibatkan untuk memastikan pengairan dan pemeliharaan hutan secara teratur guna mendukung kelangsungan hidup mereka. Diterbitkan – 28 Juni 2026 19:32 IST


Diterbitkan : 2026-06-30 03:03:00

sumber : www.thehindu.com