DGS mencabut pembatasan pergerakan kapal India di Selat Hormuz
Gambar digunakan untuk tujuan representasi saja. | Kredit Foto: Reuters Direktorat Jenderal Perkapalan telah mencabut imbauan sebelumnya yang membatasi pergerakan kapal-kapal India di sepanjang Kawasan Teluk, termasuk Selat Hormuz, dan penempatan pelaut India di zona konflik, sambil meminta para pemangku kepentingan maritim untuk menjaga tingkat kehati-hatian yang lebih tinggi dan memonitor peringatan navigasi dengan cermat. Baca Juga : Perkembangan terkini perang Asia Barat Regulator pelayaran, dalam revisi perintah yang dikeluarkan pada Jumat (28 Juni 2026), mengklarifikasi bahwa tidak ada pembatasan untuk kapal India pemilik/manajer/lembaga Lisensi Layanan Perekrutan dan Penempatan (RPSL) untuk melanjutkan pengoperasian kapal dan penempatan pelaut India masuk dan keluar wilayah Teluk Persia dengan mengikuti protokol keamanan Negara Pesisir dan badan keamanan. Ia menyarankan para pemangku kepentingan untuk tetap berhati-hati saat beroperasi di wilayah Teluk Persia. Organisasi Maritim Internasional (IMO), berkoordinasi erat dengan Negara-negara Pesisir dan mitra industri, telah memulai langkah-langkah untuk evakuasi pelaut yang terdampar melalui mekanisme terkoordinasi yang melibatkan IMO, Operasi Perdagangan Maritim Inggris (UKMTO) dan Pusat Kerjasama dan Kesadaran Informasi Maritim (MICA), kata komunikasi tersebut. Sehari setelah peringatan tersebut dikeluarkan, AS melancarkan serangan terhadap Iran yang membalas dengan menyerang sasaran di Kuwait dan Bahrain. DGS mengatakan bahwa mereka memantau dengan cermat situasi yang berkembang melalui koordinasi dengan Kementerian Pelabuhan, Perkapalan dan Perairan, Kementerian Luar Negeri, Angkatan Laut India, Misi India di luar negeri, dan pemangku kepentingan terkait lainnya untuk memastikan keselamatan dan kesejahteraan pelaut India. Beberapa hari setelah serangan AS terhadap MT Settebello di lepas pantai Oman yang menyebabkan 3 pelaut India tewas, DGS pada 13 Juni 2026, telah membatasi pergerakan kapal India dan penempatan pelaut India di wilayah Teluk, khususnya di dalam dan sekitar Selat Hormuz dan Teluk Oman, dengan menyebutkan beberapa insiden keamanan yang melibatkan kapal dagang yang membawa pelaut India. Kewaspadaan keamanan yang lebih tinggi Para nakhoda kapal yang beroperasi di atau transit melalui wilayah Teluk, termasuk Selat Hormuz dan perairan di sekitarnya, disarankan untuk meningkatkan kesadaran keamanan, memantau dengan cermat peringatan navigasi dan peringatan atau instruksi lain yang diterima dari badan keamanan, dan menerapkan semua tindakan keamanan kapal yang berlaku dan Prosedur Keamanan Perusahaan. DGS juga meminta Nakhoda, kapal personel, perusahaan RPSL, pemilik kapal dan pemangku kepentingan maritim untuk mengikuti imbauan yang dikeluarkan oleh Kedutaan Besar India, Teheran, pada 24 Juni 2026, yang memberikan panduan bagi warga negara India mengenai perjalanan dan tinggal di Iran. Diterbitkan – 28 Juni 2026 13:16 IST
Diterbitkan : 2026-06-28 07:46:00
sumber : www.thehindu.com



