Saham-saham Asia Tech Berayun Liar seiring Kekhawatiran AI yang Masih Ada
Ini merupakan hari yang memusingkan bagi saham-saham teknologi di Asia. Sehari setelah anjlok 10 persen, indeks acuan KOSPI Korea Selatan rebound pada hari Rabu dalam sesi perdagangan yang bergejolak. Indeks melonjak sebanyak 4 persen pada perdagangan pagi sebelum aksi jual tajam sempat mendorongnya turun 2 persen. Pada sore hari, perusahaan tersebut kembali meraih keuntungan hampir 3 persen. Pasar saham Korea Selatan, yang merupakan pasar saham dengan kinerja terbaik di dunia sejak awal tahun lalu, memicu aksi jual global pada saham-saham teknologi ketika KOSPI melemah pada hari Selasa. Kekalahan tersebut mencerminkan meningkatnya kegelisahan investor mengenai apakah reli yang dipicu oleh antusiasme terhadap kecerdasan buatan telah berjalan terlalu jauh, terlalu cepat. Kontrak berjangka S&P 500 naik 0,2 persen, menunjuk pada kenaikan moderat ketika saham melanjutkan perdagangan di Amerika Serikat pada hari Rabu. Saham-saham di Eropa turun sedikit. Di Asia, tidak ada pasar yang lebih terkena dampak ledakan AI dibandingkan Korea Selatan dan Taiwan, dimana trio perusahaan semikonduktor mempunyai pengaruh yang sangat besar terhadap indeks saham yang lebih luas. Di Korea Selatan, peningkatan tersebut dipimpin oleh Samsung Electronics dan SK Hynix, dua raksasa chip di negara tersebut. Samsung melonjak 8 persen, sedangkan SK Hynix menguat 1 persen. Taiwan bergerak ke arah sebaliknya. Indeks acuan turun lebih dari 2 persen karena saham Taiwan Semiconductor Manufacturing Company – produsen chip kontrak terbesar di dunia – turun 4 persen.
Diterbitkan : 2026-06-24 08:37:00
sumber : www.nytimes.com



